Awal Juni, Pertumbuhan Warga Kota Capai 169.507

Kota Bima, Kahaba.- Memasuki bulan Juni 2014, warga Kota Bima akan mencapai angka 169.507 jiwa. Sementara angka terakhir jumlah warga Kota Bima, yang laki-laki berjumlah 84.884 jiwa dan perempuan sebanyak 84.623 jiwa.

Ilustrasi

Ilustrasi

Demikian data terbaru yang dirilis Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kota Bima, Drs H Hajairin MS.

Ia merincikan, berdasarkan catatan data agregat kependudukan masing-masing Kecamatan, Kecamatan Rasanae Barat berjumlah 37.722 jiwa dengan pemilahan, laki-laki sebanyak 18.931 jiwa dan wanita sejumlah 18.791 jiwa.

Untuk Kecamatan Rasanae Timur berjumlah 19.791 jiwa, dengan rincian, laki-laki sejumlah 9.957 jiwa dan jenis kelamin perempuan sejumlah 9.834 jiwa.

Sementara warga di Kecamatan Asakota berjumlah 34.954 ribu jiwa. Rinciannya, laki-laki sejumlah 17.659 jiwa dan wanita sejumlah 17.295 jiwa.

Kecamatan Raba berjumlah 42.377 jiwa, rinciannya warga yang berjenis kelamin laki-laki sejumlah 21.077 jiwa dan jenis kelamin perempuan sejumlah 21.300 ribu jiwa.

Lalu Kecamatan Mpunda berjumlah 34.663 jiwa, warga yang berjenis kelamin laki-laki sejumlah 17.260 jiwa dan warga yang berjenis kelamin perempuan sejumlah 17.403 jiwa.

Dari data yang dirilis itu pula, hingga Juni total warga yang lahir sesuai laporan berjumlah 32.661 jiwa. Dengan sebaran kelahiran, Kecamatan Rasanae Barat sejumlah 6.036 jiwa, Kecamatan Rasanae Timur sejumlah 4.668 jiwa.

Kecamatan Asakota sejumlah 6.484 jiwa, Kecamatan Raba sejumlah 8.856 jiwa serta Kecamatan Mpunda sejumlah 6.617 jiwa.

Warga Kota yang pindah domisili jelasnya, berjumlah 18.913 jiwa dan warga yang datang atau yang telah dinyatakan menjadi warga Kota Bima berjumlah 16.602 jiwa. Khusus warga yang mati, pihaknya hingga kini kesulitan mendatanya.

*BIN

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *