Wawali: Marmer Yang Dibutuhkan Pasar 2×2 Meter

Kota Bima, Kahaba.- Menjawab soal sorotan pertambangan marmer, Wakil Walikota (Wawali) Bima H. A. Rahman H. Abidin, SE mengaku, kendati PT.PUI sudah mengantongi ijin produksi, namun batu hingga kini masih mencari batu marmer yang dibutuhkan pasar internasional yakni sebesar 2×2 meter.

Wakil Walikota Bima H. A. Rahman, SE. Foto: Bin

Wakil Walikota Bima H. A. Rahman, SE. Foto: Bin

“Ada batu marmer nya, tapi bentuknya kecil-kecil dan tidak bisa diterima pasar Internasional. Yang bisa dijual itu marmer sebesar 2×2 meter dan tidak retak,” ujarnya, Kamis (5/6).

Saat di wawancarai Kahaba di Kantor Pemerintah Kota Bima, Rahman mengaku, marmer masih terus dicari oleh PT. PUI, tidak hanya batu yang berada di permukaan gunung, tapi juga dilakukan penggalian. “Hasil pencarian sejuah ini belum ada yang cukup baik untuk dipasarkan,” katanya.

Ia mengaku, marmer yang ukuran kecil pernah dijual di Mataram, namun tidak laku. Pengalaman itu lah yang kemudian mengharuskan PT. PUI terus melakukan pencarian batu yang layak untuk dijual.

“Ada juga yang pernah dijual untuk kebutuhan dalam negeri, seperti bentuk dalam batu tempel dinding. Namun dihentikan, karena tidak efisien,” akunya.

Dari kenyataan itu, lanjut mantan anggota DPRD Kota Bima itu, pihaknya selaku Pemerintah juga tidak bisa menuntut lebih banyak. PT. PUI juga melakukan investasi besar dan belum mendapatkan hasil yang diinginkan.

“Kita bisa tuntut apa dari mereka (PT. PUI,red), jika kenyataannya memang tidak ada marmer yang bisa dijual dipasar internasional,” tanya Rahman.

Jika sudah memiliki hasil produksi sesuai harapan, lanjutnya, tentu akan memberikan keuntungan bagi daerah dan rakyat Kota Bima. Dan jika selama dua tahun kedepan belum juga ada hasil, pihaknya akan memanggil PT.PUI.

Disinggung mengenai nomor wajib pajak yang belum dikantongi PT.PUI, Rahman hanya menjawab lihat perkembangannya nanti.

*BIN

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *