Wamenkes Kaget Melihat Peserta Operasi Gratis Membludak

Kabupaten Bima, Kahaba.- Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes), dr. Ali Ghufran Mukti, M.Sc PhD dan rombongan SIKIB kaget melihat peserta operasi gratis yang membludak di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Bima, Kamis (5/6).

Ilustrasi

Ilustrasi

Wamenkes dan rombongan juga merasa miris karena masih banyak masyarakat yang menderita penyakit hernia,bibir sumbing, dan katarak hingga mencapai tiga ratus orang di Bima. “Saya pikir penyakit ini sudah tuntas di Bima,” Katanya.

Wamenkes juga prihatin karena masih banyak warga, terutama peserta operasi gratis yang belum memilki kartu Badan Perlindungan Jaminan Sosial (BPJS). Kartu Jamkesmas juga dirasa belum dimilki sebagian besar masyarakat Bima. “Jika saja warga sudah memiliki kartu BPJS, maka akan terbantu dalam pemenuhan biaya kesehatan” ujarnya.

Menurut Wamenkes, semestinya tahun 2014 ini peserta operasi gratis(pasien) sudah memilikikartu jaminan kesehatan nasional tersebut. Saat itu, Wamenkes mengarahkan instansi terkait agar selalu memotivasi masyarakat untuk memilki kartu BPJS. “Kartu BPJS sangat Penting,” katanya.

Direktur RSUD Bima, drg. H. Ihsan,MPH mengatakan, operasi gratis merupakan kegiatan bakti sosial RSUD Bima yang dilaksanakan Selasa (3/6) hingga Jumat (6/6). Pesertanya lebih banyak dari yang ditargetkan yaitu 350 orang dari target sebanyak 300 orang.

Semisal penderita bibir sumbing sebanyak 70 orang dari yang ditargetkan 60 orang. Demikian penderita hernia dari 60 orang menjadi 75 orang. “setiap hari pesertanya bertambah.” kata Ihsan di RSUD Bima, Kamis (5/6).

Bertambahnya peserta operasi gratis, lanjut Ihsan, tidak masalah karena kegiatan tersebut merupakan bagian dari program peduli Pemkab Bima terhadap masyarakat. Sasaranya tidak saja warga kabupaten, namun warga penderita penyakit tersebut dari Kota Bima juga ikut mendaftar. “Semoga kegiatan ini mendapatkan manfaat,” ujarnyaIhsan sembari mengapresiasi kunjungan Wamenkes dan SIKIB.

*DEDY

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *