Warga Tetap Dilarang Dekati Gunung Sangeang Api

Kabupaten Bima, Kahaba.- Kendati intensitas Gunung Sangeang Api menurun, namun hingga kemarin aktifitas kegempaan di gunung tersebut masih terjadi, bahkan masih mengeluarkan asap. Warga pun masih dilarang mendekati Gunung tersebut.

Gunung Sangeang mengeluarkan  Awan Panas.  Foto: Dok

Gunung Sangeang mengeluarkan Awan Panas.

Kasubbag Pemantauan dan Penyelidikan Gunung Api Wilayah Timur, melalui stafnya, Aditia Sebastian Andreas di Pos Pemantau mengaku, melalui Pemerintah Kecamatan setempat, pihaknya masih mengeluarkan himbauan kepada warga untuk tidak mendekati Gunung Sangeang api.

“Hingga kini status Gunung Sangeang Api masih berstatus siaga level III. Kami juga menghimbau agar warga tetap menggunakan masker,” ujarnya, Jumat (6/6).

Kata dia, aktifitas kegempaan menurun dari sebelumnya. Pada Jumat, jumlah kegempaan yang terjadi rata-rata 10 kali gempa vulkanik dan 1 kali gempa tremor. Namun, pihaknya memperkirakan aktifitas kegempaan masih bisa meningkat kembali. “Kemungkinan meningkat itu tetap ada,” tuturnya.

Sementara itu, menyusul letusan Gunung Sangeang Api, sejumlah pemantau dari Gunung Merapi bahkan petugas dari PVMBG Bandung termasuk dirinya, diperbantukan (BKO) di Pos Pemantau tersebut.

Masing-masing Kasubbag Pemantau dan Penyelidikan Gunung Api Wilayah Timur, Ir. Kristianto M.Si, Pemantau Gunung Api Tambora, petugas Gunung Api dan Bali. Pihaknya akan berada selama sekitar 2 Minggu di Pos Pemantau Gunung Sangeang.

Aditia mengaku, ia diperbantukan karena Gunung di Kecamatan Wera itu salah satu Gunung yang menjadi atensi dan masuk dalam ring of fire (lingkaran api) Gunung api di seluruh Indonesia.

“Selain masuk dalam lingkaran itu, sebelumnya Gunung yang pertama kali meletus dahsyat pada tahun 1512 ini sudah berstatus Waspada pada pertengahan 2013,” jelasnya.

*DEDY

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *