Diduga, Pegawai PU Nyambi Calo Laporan Proyek

Kota Bima, Kahaba.- Oknum Pegawai Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kota Bima diduga nyambi jadi calo pembuat laporan pengerjaan ratusan paket proyek APBD Kota Bima. Bahkan tarifnya pun fantastis, yakni sebesar Rp 1 juta untuk satu laporan tersebut. Sejumlah kontraktor mengeluhkannya.

Sekretaris Komisi C DPRD Kota Bima, Alfian Indrawirawan, Foto: Bin

Sekretaris Komisi C DPRD Kota Bima, Alfian Indrawirawan, Foto: Bin

Hal tersebut diungkap Sekretaris Komisi C DPRD Kota Bima, Alfian Indrawirawan. Kepada Kahaba, ia menuturkan, dirinya banyak mendapatkan laporan dari kontraktor, tentang ulah oknum pegawai tersebut. Karena harga yang ditetapkan, terlalu memberatkan. Tapi tidak sebanding dengan nilai pekerjaan yang dilakukan.

Kata dia, oknum pegawai PU itu mencari duit diluar jam kerja sudah berlangsung lama, dan dinilai sebagai bentuk pelanggaran berat seorang Pegawai Negeri Sipil (PNS). “Mereka mestinya mengawasi dan mengoreksi laporan, tidak terlibat dalam pembuatan laporan. Apalagi memesan tariff dengan harga tinggi,” sorotnya.

Menurut duta Golkar itu, ulah oknum PNS ini sama hal nya memeras kontraktor dan menyalahgunakan wewenangnya. Untuk itu, ia berharap kepada Kepala Dinas PU Kota Bima, menindak tegas ulah stafnya tersebut.

Kepala Dinas PU Kota Bima, Supawarman mengakui stafnya mengerjakan laporan proyek di Kota Bima. “Itu sah-sah saja, karena atas permintaan kontraktor tanpa menganggu pekerjaannya sebagai pegawai pemerintah,” katanya.

Ditanyakan apakah bisa laporan dibuat oleh pegawai PU sementara tugasnya mengawasi pekerjaan dan laporan dari kontraktor? Supawarman mengaku  tidak jadi masalah. Ia pun memastikan laporan dibuat sudah sesuai dan dikoreksi kembali.

Ia juga mengakui uang untuk membayar konsultan minim. Jadi untuk menyiasatinya, seluruh proyek penunjukan langsung terpaksa diawasi oleh satu orang konsultan. “Kami memastikan seluruh tugas konsultan telah dilaksanakan dengan baik,” tegasnya.

Mengenai pegawai PU nyambi jadi Konsultan? Ia membantah, namun enggan memberikan data terkait keberadaaan konsultan yang dibayar untuk mengawasi proyek di Kota Bima.

*DEDY

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *