Walikota Resmikan Jembatan Gantung Ntobo

Kota Bima, Kahaba.-Walikota Bima, HM. Qurais H. Abidinmeresmikan jembatan gantung penghubung kampung baru dengan dengan kampung lama di Lingkungan Busu Kelurahan Ntobo Kecamatan Raba.

Walikota Bima HM. Qurais H. Abidin

Walikota Bima HM. Qurais H. Abidin

Jembatan dengan panjang 25 meter yang dibangun sejak tanggal 20 Desember 2013 tersebut merupakan hasil program “Rencana Aksi Masyarakat” kerja sama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bima, OXFAM, dan LP2DER.

Peresmian ini sekaligus menjadi ajang pamitnya tim OXFAM, karena masa kerja sama antara OXFAM dan BPBD Kota Bima akan berakhir pada tanggal 15 Juni 2014.

Dalam sambutannya, Walikota Bima menyampaikan ucapan terima kasih kepada OXFAM dan LP2DER dan apresiasi karena telah menjadi mitra yang solid bagi Pemerintah Kota Bima. Melalui BPBD, dalam mewujudkan masyarakat Kota Bima yang tangguh. “Kalian (OXFAM dan LP2DER,red) juga berkontribusi dalam pembangunan fisik”, ujarnya.

Ia menjelaskan, pembangunan infrastruktur memerlukan peran serta berbagai pihak, mulai dari pemerintah, masyarakat, maupun lembaga donatur lainnya. Pemerintah Kota Bima terus berupaya maksimal dalam menyediakan kebutuhan masyarakat, termasuk dengan membangun koordinasi dengan lembaga-lembaga lainnya dalam membangun fasilitas yang vital bagi masyarakat.

“Pembangunan jembatan penghubung ini adalah langkah kesekian dalam kerjasama harmonis yang tertuang melalui berbagai program kerja yang alhamdulillah telah terlaksana dengan baik,” ungkapnya.

Tidak hanya pembangunan fisik, yang utama sekali adalah penguatan kapasitas sumber daya manusia dan kelembagaan dalam mewujudkan ketangguhan terhadap bencana.

Qurais juga menyampaikan harapannya, akar kerjasama dapat dibangun kembalidalam bidang yang berbeda. “Pemerintah Kota Bima sangat welcome dengan pihak manapun yang ingin berkontribusi dalam membangun Kota Bima,”katanya.

Sementara itu, perwakilan OXFAM Indonesia, Denny Andrian, menyampaikan terima kasih atas kerjasama yang harmonis selama 2 tahun terakhir. “Kota Bima telah mampu menjadi guru yang mengintegrasikan program ketangguhan terhadap bencana ini kedalam program Pemerintah Daerah”, pujinya.

Ia mengaku, Kota Bima telah menjadi tempat tinggal kedua baginya. Ia pun menjelaskan, jembatan ini lahir karena adanya aksi masyarakat terhadap bencana banjir yang pernah merenggut nyawa 1 orang warga.

Acara peresmian ditandai dengan penandatanganan prasasti oleh Walikota dan pengguntingan pita. Dilanjutkan dengan penyerahan Dokumen Analisis Risiko Bencana dari OXFAM kepada Pemerintah Kota Bima yang diterima oleh Kepala Pelaksana BPBD Kota Bima.

Serta penadatanganan Berita Acara penyerahan aset dan barang yang diberikan oleh OXFAM kepada Kelurahan-Kelurahan yang termasuk dalam wilayah pembinaan OXFAM, yang ditandatangani secara simbolis oleh Lurah Ntobo, Camat Raba, dan Ikhwana selaku perwakilan OXFAM.

*BIN/HUM

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *