Akibat Angin Kencang, Pohon Tumbang Menimpa Pemukiman

Bima, Kahaba.- Angin kencang disertai hujan yang turun di Kota dan Kabupaten Bima beberapa hari terakhir membuat suasana mencekam. Kondisi ini terjadi siang maupun malam hari dan hampir merata di seluruh wilayah Bima. Seperti yang dilansir oleh salah satu media terbitan Kota Bima, Garda Asakota, melaporkan akibat terjangan angin dilaporkan banyak pohon yang tumbang bahkan menimpa pemukiman penduduk  seperti yang terjadi di Kelurahan Jatiwangi Selasa malam (13/3), pohon berukuran besar tumbang dan mengenai gubuk warga. Praktis, gubuk tersebut rata dengan tanah

Pohon Tumbang akibat terjangan angin kencang di Kel. Jatiwangi (sumber: Suara Mandiri)

Diceritakan oleh salah seorang warga RT22 RW08 Lingkungan Kedo Kelurahan Jatiwangi, Jhon, sekitar pukul 22.00 wita Selasa saat itu, dia dan sejumlah temannnya yang sedang bermain kartu di sekitar rumah Hasan (Pemilik gubuk,red), mendengar suara pohon tumbang. Seketika itu juga mereka mendatangi lokasi tersebut dan memanggil-manggil pemilik rumah. “Kita panggil Hasan, tak menyahut. Setelah lima kali di panggil, Hasan kemudian menyahut dan keluar dari rumahnya melalui atap,” cerita Jhon.

Lanjutnya, melihat Mas (panggian akrab Hasan) keluar dengan kondisi kepala yang sudah berdarah, mereka pun membantu untuk mengeluarkan dari sisa runtuhan gubuk itu. “Alhamdulillah tak ada luka parah dibagian badan Hasan, hanya luka robek sedikit dibagian kepala saja,” terangnya.

Sekretaris RT setempat, Marsin mengaku, berdasarkan cerita Mas, saat pohon tumbang, pria asal Kota Malang Jawa Timur itu dalam keadaan tidur. Dengan posisi kepala menghadap ke timur. Saat pohon tumbang, seolah-olah Mas didorong agar menghindar dari tindisan pohon besar tersebut. “Dari ceritanya, jika tidak ada yang mendorong dirinya dari posisi tidur, maka pohon besar itu jatuh tepat mengenai kepalanya,” kata Marsin.

Dia menambahkan, atas musibah itu, hanya kendaraan roda dua merk Honda jenis Blade milik Mas yang rusak parah. Selebihnya, tak ada barang berharga yang dimilikinya. “Mas sekarang sudah ke Dealer motor, untuk melapor kondisi kendaraannya yang rusak parah,” ujarnya.

Selain pepohonan yang tumbang dan mengancam keselamatan nyawa dan harta benda penduduk juga dilaporkan sektor transportasi laut terganggu oleh cuaca buruk. ASDP Sape menutup kegiatan pelabuhan dari aktivitas pelayaran sejak Rabu (14/3) hingga waktu yang belum ditentukan. “Kami belum tahu ini sampai kapan. Yang jelas sampai kondisi cuaca membaik, baru dibuka kembali penyeberangannya”, ujar Kepala ASDP Sape, Jumono ketika dikonfirmasi wartawan terkait penutupan pelabuhan. Pelabuhan yang menjadi pintu gerbang laut NTB dari arah timur itu kini dijejali oleh puluhan truk tronton yang mengantre untuk melanjutkan perjalanannya menuju Prov. NTT. [BQ]

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *