Peternak Ayam Tuding PT. NIS Permainkan Harga

Kota Bima, Kahaba.- Puluhan peternak mandiri yang tergabung dalam Asosiasi Peternak Ayam Broiler Mandiri (APABM), selasa (24/4) Mendatangi kantor Walikota Bima untuk mengadukan nasib yang diambang kebangkrutan lantaran adanya permainan harga oleh PT. National Inti Satwa (NIS). Di lain pihak manajemen PT. NIS membantah hal tersebut dan menilai langkah pengusaha mandiri untuk menaikan harga ayam pedaging akan berpengaruh pada daya beli masyarakat Bima pada umumnya.

Peternak ayam lokal terancam bangkrut

Kedatangan APABM diterima Walikota Bima di aula kantor Pemerintah Kota (pemkot), Farid selaku sekretaris APABM mengaku puluhan peternak lokal terancam bangkrut lantaran adanya permainan harga dari pihak PT.NIS yang dengan sengaja menurunkan harga jual ayam pedaging sehingga para peternak mandiri tidak dapat keuntungan malah nyaris bangkrut, hal tersebut terjadi sejak bulan januari sampai april tahun 2012.

Farid menilai kehadiran PT.NIS bukan malah membantu peternak mandiri untuk lebih maju namun terindikasi kuat akan menyingkirkan mereka dengan cara memainkan harga pasar. Margin harga daging ayam potong antara peternak lokal dengan peternak PT. NIS di pasar terlalu jauh berbeda,  ini dikarenakan perusahaan yang menjual bibit dan pakan itu juga ikut beternak ayam broiler sehingga harga produksinya bisa lebih murah. Petani lokal merasa ini tidak adil, karena mayoritas mereka juga membeli bibit dan pakan pada perusahaan itu. Apabila praktek ini terus dilakukan, para pengusaha mandiri lambat laun akan bangkrut dengan selisih harga jual dengan biaya produksi.  Karena itu mereka meminta kepada pemerintah untuk menekan manajemen PT. NIS agar tidak memainkan harga pasar sehingga harga ayam pedaging tidak fluktuatif seperti saat ini.

Sementara Walikota Bima, Qurais H. Abidin sendiri belum memberikan keputusan atas pengaduan para peternak tersebut namun untuk memastikan apa yang menjadi tudingan para peternak mandiri pemerintah akan membentuk tim guna mencari kebenaran atas apa yang dituduhkan para pengusaha tersebut.

Pertemuan hari ini sebenarnya merupakan pertemuan kedua setelah kemarin (23/4) digelar pertemuan serupa yang dihadiri perwakilan pengusaha mandiri dengan manajemen PT. NIS dikantor Dinas Pertanian dan Peternakan (distarnak) Kota Bima. Sayangnya dari pertemuan tersebut tidak menghasilkan kata sepakat antara peternak mandiri dengan PT. NIS berkaitan dengan harga jual. Manajemen PT.NIS tidak mengamini permintaan pengusaha mandiri untuk menaikan harga ayam pedaging dipasaran dengan alasan akan memberatkan konsumen. Harga yang dipatok PT.NIS sendiri RP.12.000/kg sementara para pengusaha meminta harga Rp.16.000/kg. [BS]

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.
  1. Very informative article, i’m regular reader of your site.
    I noticed that your blog is outranked by many other websites in google’s search results.
    You deserve to be in top ten. I know what can help you, search in google for:
    Omond’s tips outsource the work

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *