Investor Marmer Diduga Mafia Pertambangan

Kota Bima, Kahaba.- Wakil Ketua DPRD Kota Bima, Feri Sofyan, SH menyorot investor tambang marmer Kelurahan Oi Fo’o bukan orang bodoh. Melainkan orang-orang yang memiliki kompetensi dalam bidang pertambangan.

Wakil Ketua DPRD Kota Bima, Feri Sofyan, SH. Foto: Garda Asakota

Wakil Ketua DPRD Kota Bima, Feri Sofyan, SH. Foto: Garda Asakota

”Investor itu bukan orang Kabanta (Daerah pelosok di Kota Bima). Mereka orang berpendidikan. Jangan sampai ini hanya kamuflase mafia pertambangan, dapat ijin jual dan kemudian lari,” sorotnya.

Ia mengingatkan, jangan sampai tambang marmer di Kelurahan Oi Fo’o seperti investasi di Pantai Lawata. Keberadaannya tidak jelas dan malah merugikan Pemerintah.

“Jangan sampai investasi seperti di Pantai Lawata terulang kembali di Kota Bima. Jangan lagi masyarakat Kota Bima terus dibodohi,” tegasnya di kantor DPRD, Senin (7/7).

Menurut Ketua DPC PAN Kota Bima itu, aneh jika dua tahun mendapatkan ijin produksi PT. Pasific Union Indonesia (PUI) belum juga mendapatkan hasil.

Untuk itu, pria yang kembali lolos menjadi anggota DPRD Kota Bima tiga periode itu, mengancam akan menjemput paksa pejabat Pemerintah Kota (Pemkot) Bima untuk segera klarifikasi masalah tambang yang dinilainya hanya isapan jempol belaka.

“Kalau surat kedua yang kami kirim tidak diindahkan, kita akan jemput paksa dengan pihak polisi,” ancamnya.

Menurut dia, menjemput paksa bukan masalah bagi pihaknya. Karena menjemput paksa siapapun yang tidak mengindahkan panggilan Legislatif sudah diatur UU dan legal. Apalagi masalahnya berkaitan hajat hidup rakyat.

“Selasa (8/7) kami akan kembali melayangkan surat panggilan kedua untuk Pejabat Pemkot Bima,” katanya.

Ditanyakan rencana turun ke lokasi tambang? Ia mengaku akan akan turun melihat langsung. “Kami akan turun setelah mendengar penyampaian Pejabat Pemkot Bima,” tambahnya.

*DEDY

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *