HTI Bima Kecam Negara Israel

Kota Bima, Kahaba.- Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) Kota Bima dalam keterangan persnya mengecam serangan pasukan Zionis Israel ke Gaza-Palestina. Serangan tersebut menewaskan banyak masyarakat sipil, anak-anak, para wanita dan orang-orang yang membela keluarga dan keturunan mereka.

Ilustrasi

Ilustrasi

Ketua HTI Kota Bima, Muhammad Ayubi mengungkapkan, Presiden Otoritas pada waktu yang sama justru menyeru Yahudi dalam konferensi perdamaian yang diselenggarakan di Tel Aviv untuk berkomitmen penuh terhadap pandangan solusi dua Negara dan melakukan normalisasi hubungan perdamaian dengan Israel.

Sementara rezim Mesir tuturnya, meminta untuk menahan diri dan bersikap bungkam seperti rezim-rezim penjahat lainnya terhadap kejahatan pendudukan. Mereka hanya mencukupkan diri dengan menghitung korban tewas dan terluka.

Sungguh, pendudukan Yahudi terus menerus melakukan kejahatan terhadap penduduk Palestina dan masjid al-Aqsha. Tingkat kejahatannya itu makin meningkat pada sebulan terakhir di seluruh kota Tepi Barat dan al-Quds. Yang terakhir adalah serangan jahat dan brutal terhadap penduduk Gaza.

Hal itu dilakukan dengan memanfaatkan ketundukan Otoritas dan presidennya, serta sibuknya rezim-rezim dhirar membungkam bangsanya sendiri dan terus berusaha mengadakan normalisasi hubungan dengan pendudukan yang jahat dan membantu Amerika dalam mengontrol kawasan.

Sesungguhnya penduduk Palestina dan yang terdepan adalah Hizbut Tahrir, telah paham sejak lama bahwa Palestina tidak akan bisa dibebaskan, kecuali dengan mobilisasi pasukan umat ke arah pendudukan.

Itu diperlukan untuk mencabut pendudukan dari akarnya dan membebaskan penduduk Palestina dan dunia Islam dari keburukan-keburukannya; membebaskan masjid al-Aqsha dan seluruh Palestina dan mengembalikannya ke dalam pangkuan umat.

Akan tetapi para penguasa justru berulang kali menegaskan bahwa mereka itu laksana mayat yang tidak memiliki rasa malu kepada Allah dan hamba-hamba Allah. Bahkan mereka memperalat pasukan untuk membungkam bangsa mereka yang menuntut pembebasan Palestina dan pelenyapan hegemoni Amerika dan Barat dari negeri kaum Muslimin, serta menuntut pemutusan perkara dengan hukum Islam yang diturunkan dari Rabb semesta alam.

“Karena itu, kami sampaikan seruan pada bulan Rajab lalu dari masjid al-Aqsha dan kota-kota Tepi Barat serta jalur Gaza kepada pasukan untuk mencabut para penguasa dhirar dan menegakkan al-Khilafah al-Islamiyah dan bergerak membebaskan masjid al-Aqsha dan seluruh bumi Palestina yang diberkahi,” ungkap Ayubi dikutip dari isi pernyataan pers.

Sesungguhnya tegas dia, serangan brutal yang dilakukan tentara pendudukan Yahudi akan membangkitkan umat dan pasukannya untuk menunaikan kewajiban mereka terhadap Palestina dan penduduknya. Dan kami katakan kepada mereka bahwa warga Palestina dan yang terdepan adalah penduduk al-Quds dan Gaza bersikap tegar berjaga mempertahankan bumi yang penuh berkah dan menghadapi pendudukan dengan dada-dada telanjang mereka.

*ERDE

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *