Kejelasan Dana FKN Masih Terus Pertanyakan

Kota Bima, Kahaba.- Pelaksanaan Festival Keraton Nusantara (FKN) tidak lama lagi. Dari jadwal, akan digelar mulai tanggal 6 hingga 9 September 2014 nanti. Namun, pelaksanaan acara bergengsi itu masih saja terbelit persoalan anggaran.

Ketua Majelis Adat Sara Dana Mbojo Dr. Hj. Siti. Maryam Salahuddin, SH,MH saat memberikan keterangan pers. Foto: Dedy

Ketua Majelis Adat Sara Dana Mbojo Dr. Hj. Siti. Maryam Salahuddin, SH,MH saat memberikan keterangan pers. Foto: Dedy

Hingga kemarin, dana untuk kegiatan tersebut belum juga turun, bahkan nominalnya pun masih diperdebatkan. Padahal perhelatan ini menyangkut nama baik bangsa maupun daerah.

Ketua Majelis Adat Sara Dana Mbojo Dr. Hj. Siti. Maryam Salahuddin, SH,MH mengaku persiapan sebenarnya sudah berlangsung sejak sebulan lalu, mulai administrasi hingga technical meeting yang dihelat di Jakarta. “Persiapan yang lain – lian sudha. Tinggal menunggu anggaran dari Pemerintah Kabupaten Bima,” ujarnya saat ditemui di Kediamannya Senin (13/7).

Menurut dia, anggaran yang tak kunjung dicairkan cukup membuatnya merasa khawatir. Apalagi banyak kegiatan tekhnis yang membutuhkan biaya. “Mestinya jauh hari kami sudah mulai bekerja. Tapi gimana caranya uang belum ada,” keluhnya.

Itu pun, menurutnya, mengenai dana masih simpang siur. Soal angka yang harus diterima pihaknya pun belum jelas. Menurut Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Bima, dana yang dianggarkan untuk kegiatan tersebut sebesar Rp 2 Miliar.

Sementara menurut Bupati Bima Drs. Syafruddin HM Nur M.Pd yang pernah ditemuinya beberapa waktu lalu menyebutkan dana untuk kegiatan dimaksud tetap sebesar Rp 5 Miliar. “Kita juga masih bingung. Dana ini hibah atau bagaimana,” tuturnya.

Terkait dana tersebut, lanjutnya, Bupati Bima memang sudah menyetujui. Namun Bupati Bima kembali meminta rencana penggunaan anggaran. Untuk mengejar waktu yang tidak lama lagi, saat ini pihaknya tengah menyusun rencana penggunaan anggaran dimaksud.

Termasuk biaya akomodasi, konsumsi tamu. Disebutkanya, tamu-tamu yang akan diundang nantinya selain berasal dari nusantara juga dari luar negeri. Antara lain, dari empat Kesultanan dan Malaysia, Hawai bahkan Inggris yang menyatakan kesediaanya untuk datang.

Sementara dari Pemerintah RI pihaknya akan mengundang empat kementrian. Untuk itu agar tidak memberi kesan buruk terhadap tamu-tamu tersebut, pihaknya berharap Pemerintah Kabupaten Bima segera mencairkan dana untuk kegiatan dimaksud. “Kami berharap anggaran bisa secepatnya dicairkan,” harapnya.

*BIN

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *