Soal Korupsi, Masyarakat Diminta Jangan Takut Lapor Jaksa

Kota Bima, Kahaba.- Kejaksaan Negeri Raba Bima nampaknya serius menuntaskan persoalan korupsi di Bima. Terlebih keberadaan susunan personil jaksa yang baru bertugas di Bima. Masyarakat pun diminta berpartisipasi aktif dan tidak takut melapor.

Jajaran Jaksa Raba Bima saat menggelar Konfresni Pers. Foto: Bin

Jajaran Jaksa Raba Bima saat menggelar Konfrensi Pers. Foto: Bin

Kejari Raba Bima Eko Priyatno, SH, MH mengaku, peran aktif masyarakat sangat membantu kinerja aparat penegak hukum. Praktek korupsi yang terjadi akan mudah diungkap jika semua pihak bisa membantu dan mengawal prosesnya.

“Kami di Kejaksaan serius bekerja tuntaskan Korupsi di Bima. Jadi, kesungguhan kami ini juga tolong dibantu,” pintanya.

Menurut dia, penuntasan sebagai kasus korupsi selama ini, tak lepas dari peran dan perhatian masyarakat. Untuk itu, pihaknya sangat berharap kerjasama yang baik dari masyarakat.

Di tempat yang sama, Kasi Intelejen Kejari Raba Bima, Lalu Muhammad Rasyid juga mengaku, empat Kasi, masing – masing Kasi Intelejen (Kasi Intel), Kasi Pidana Khusus (Pidsus), Kasi Pidana Umum (Pidum) dan Kasi Data Umum (Datum) sudah komitmen untuk menuntaskan masalah – masalah hukum di Bima. “Kami akan bekerja maksimal sesuai kewenangan,” katanya.

Bukti kesungguhan anggota jaksa yang baru itu dibuktikan dengan menetapkan tiga orang tersangka kasus distribusi air bersih yang menyeret mantan pejabat BPBD dan PDAM.

“Jika tidak percaya sama kami. Coba lapor kasus yang terindikasi ada tindakan korupsi, biar kami tuntaskan,” tegas Jaksa lain, Reza.

Mereka menambahkan, masyarakat yang hendak melapor juga harus menyertai data yang valid, jangan hanya isu. Karena pernah beberapa kali pihaknya turun berdasarkan hasil laporan masyarakat, namun tidak memiliki data yang kuat.

“Harapan kami, semakin cepat dapat data dan itu valid, maka kami pun akan cepat mengungkap pelaku korupsinya,” tambahnya.

*BIN

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

1 komentar

  1. mada la gajah

    jadi saksi kasus di bima ga aman mas……… coba diskominfo buat ‘kotak aduan online’ pasti jadikan referensi terbaik, terutama siapapun harus siap jadi tersangka. kotak aduan online adalah media yang langsung, minimal para pegawai dinas dan institusi berkompeten ada bahan kerja, ga main game melulu di jam dinas, kan sudah mau pake keki khan?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *