Empat Tower Seluler Akhirnya Disegel

Kota Bima, Kahaba.- Empat tower seluler yang tidak mengantongi ijin persetujuan warga setempat, ijin ILPR dari Kelurahan, dan ijin dari Dinas Tata Kota dan perumahan (DTKP) Kota Bima akhirnya disegel.

Ilustrasi

Ilustrasi

Penyegelan dilakukan oleh Dinas setempat dengan sejumlah anggota Satuan Polisi Pamong Praja (Sat Pol PP) Kota Bima, Rabu (23/7).

Kasat Pol PP Kota Bima, Drs. H. Mahfud, MPd mengaku, penyegelan dilakukan pada pukul 09.00 WITA, dimulai dari Tower yang bertempat di Kelurahan Sambinae. Kemudian berlanjut di tiga tower lain yang berlokasi di di Kelurahan Melayu, Kelurahan Rabadompu dan di sekitar SMP 2 Kota Bima.

“Alhamdulillah saat kami segel tidak ada hambatan yang berarti. Bahkan saat itu, tidak kami temukan perwakilan pemilik ke empat tower tersebut,” ujarnya.

Kata dia, dari empat tower tersebut, hanya satu tower yang sudah rampung dibangun, yakni tower yang berada di Kelurahan Sambinae. “Tiga tower lainnya, masih dalam tahap pembangunan,” terangnya.

Ia mengaku, selain menyegel, pihaknya juga mengamankan material tower, sebagai jaminan agar vendor pembangunan tower bisa mendatangi Pemerintah Kota Bima, melalui dinas terkait.

*BIN

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

1 komentar

  1. Martinus Ibo Philipus Aru

    Sebaiknya Pemda Kabupaten dan Kota Bima membantu Polisi untuk segel toko-toko Cina Arab yang tidak membayar pajak PPH 25 dan PPH 21, jumlahnya sekitar 50 Milyar per 3 bulan. Kecolongan truck tanpa retribusi yang melintas dari Indonesia Timur ke Barat melalui Wilayah Bima sekitar 50 Milyar per Bulan, terutama tidak ada inspeksi jembatan timbang di Pelabuhan Sape, Kota Bima. Yang kenyang preman jembatan tanpa timbangan (plang doang) di sekitar Madapangga dan Dompu, Tano dan Kayangan, Lembar. Khusus di Bima, Sape dan Kota ga ada inpeksi. Kawasan paling gampang dirasuki bagi setan, musuh, orang kafir, turis tanpa paspor seperti di BSM lambu, Cina tanpa pajak dst, orang kafir lebih aman dari orang Islam, bisa kita dapatkan di Sape dan Bima umumnya. Enak pendatang dan si Kafir, yang asli dan islam jadi pecundang, paling mudah di adu domba. Makanya ini daerah tidak punya ahli agama dan para pegawai pns yang bisa jadi panutan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *