Kota Bima Panen Padi Varietas Inpari 30 Ciherang Sub1

Kota Bima, Kahaba.- Dinas Pertanian dan Peternakan (Dispertanak), Badan Ketahanan Pangan dan Penyuluhan (BKPPP) bekerjama dengan Badan Penelitian Tanaman Pangan(BPTP) NTB menggelar panen perdana padi varietas baru Inpari 30 Ciherang Sub1, diarea persawahan Gajah Mada Kelurahan Rabadompu Barat, Kota Bima.

Ilustrasi

Ilustrasi

Hadir dalam kegiatan tersebut Walikota Bima diwakili Asisten III Bidang Pembangunan Ir. Hamdan, Kadispertanak Ir. Syamsudin dan seluruh jajaran Kepala Dinas Pemkot Bima serta perwakilan Gabungan kelompok tani ternak (gapoktan) se Kota Bima. Selain kegiatan panen raya kegiatan tersebut juga diikuti kegiatan penyerahan bantuan pada gapoktan.

Kepala BPTP NTB, DR Ir. H. Dwi Pratomo MS mengatakan, setiap tahun pemerintah menghasilkan variatas unggul untuk berbagai jenis tanaman pangan, termasuk padi. Salah satunya kini benih padi jenis Inpari 30 Ciherang Sub1 yang dipanen perdana di Kota Bima.

Dijelaskannya, ada keunggulan khusus jenis Inpari 30 Ciherang Sub1, pertama umur penyemaian bibit sampai panen yang singkat hanya 111 hari dibanding varietas lainnya. Kemudian, tahan terhadap berbagai macam hama penyakit dan tahan terhadap rendaman banjir sampai 13 hari. “Dibanding varietas lain, Varietas ini tidak cepat membusuk,” ujarnya.

Karena tahan terhadap rendaman banjir, lanjutnya, varietas   Inpari 30 Ciherang Sub1 cocok dikembangkan diwilayah yang kerap tergenang banjir. Seperti di pesisir sungai yang ada di Kota Bima. “Tidak saja di Kota Bima Inpari 30 Ciherang Sub1 juga diuji coba diwilayah lain di NTB dan hasilnya begitu bagus,” katanya.

Selain itu, Inpari 30 Ciherang Sub1 juga rasa nasinya lebih enak atau pulen dari yang paling baik sebelumnnya yaitu IR64. Kadar amilasenya lebih rendah hanya 22.4 persen.

Sementara Kadispertanak Kota Bima, Ir. Syamsudin dalam sambutannya berharap dengan adanya varietas baru yaitu Inpari 30 Ciherang Sub1 kedepan dapat memberikan nilai tambah secara ekonomi  pada petani. Apalagi dengan hasil yang diakui lebih besar dari jenis lain yaitu 9 ton perhektar gabah kering.

Ia berharap, petani dapat segera mengaplikasikannya, karena varietas yang kini dikeluarkan pemerintah adalah sepenuhnya untuk membantu petani dalam meningkatkan hasil pertanian. Kepada penyuluh dapat segera menyampaikan informasinya pada para petani dan kedepan kesejahteraan petani dapat lebih baik.

*DEDY

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *