Arus Mudik di Terminal Dara Meningkat

Kota Bima, Kahaba.- Peningkatan arus mudik di Terminal Dara Kota Bima sudah mulai terlihat. Terpantau Arus mudik yang datang menggunakan bus dari arah Barat, Kamis (24/7) kemarin malam atau memasuki  H-4 menjelang Idul Fitri semakin meningkat.

Ilustrasi

Ilustrasi

Dalam sehari bus yang masuk ke terminal Dara Kota Bima mencapai 15 unit Bus Antar Kota Antar Propinsi (AKAP) dan Antar Kota Dalam Propinsi (AKDP), dalam sehari.

Kepala Dishubkominfo melalui Kepala Terminal Dara, Supratman, S.Sos menjelaskan peningkatan arus mudik biasanya terjadi mulai H-5 hingga H+3. Sedangkan untuk arus balik dimulai dari H+4 hingga H-7. “Kalau yang keluar dari terminal cuma sedikit. Kebanyakan bus yang datang,” jelasnya.

Disebutkannya,  puncak kedatangan akan terjadi pada H-3 hingga H-1. Setiap Perusahaan Otobus (PO) dalam rentang waktu tersebut, bahkan mengirimkan armada tanpa penumpang menuju Daerah dan Provinsi lain, sehingga kedatangan arus mudik menuju Kota Bima membludak.

Tidak tanggung-tanggung, dalam sehari PO bisa mengirim sedikitnya lima bus. Itu belum lagi ditambah bus bermuatan yang berangkat dari Bima ke luar daerah.

Armada Bus yang masuk ke terminal Dara, jelasnya, masih didominasi  asal Kota Mataram. Sedangkan dari provinsi lain seperti Jakarta Surabaya sedikit, paling banyak tiga sampai empat bus dalam sehari. “Bus yang datang dari Mataram bisa mencapai lima unit per satu PO,” bebernya.

Untuk sementara ini kata dia, PO yang paling banyak mengoprasikan busnya adalah Langsung Indah dan Surya Kencana. Dalam sehari dua PO tersebut sampai mengoperasikan armadanya hingga 10 bus.

Kendati kondisi terminal sangat ramai saat ini, dia mengaku situasi masih kondusif dan aman. Apa lagi Pemerintah Kota Bima sudah membangun parkiran di sebelah Utara terminal.

*DEDY

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *