Jelang Lebaran, Harga Bawang Merah Turun

Kabupaten Bima, Kahaba.- Petani bawang merah kini meradang, pasalnya jelas Hari Raya Idul Fitri harga bawang merah turun. Harga yang pada awal Juli lalu terbilang meningkat yakni Rp 1.300.000. Kini turun hingga Rp 800 Ribu perkuintal.

Ilustrasi

Ilustrasi

Jumra, pedagang bawang merah asal Desa Risa Kecamatan Woha Kabupaten Bima mengaku, harga bawang merah turun sudah hampir dua minggu terakhir ini. ”Bagaimana kami bisa membeli bawang dengan harga tinggi, sementara tidak ada permintaan dari Kota besar,” ujarnya, Sabtu (26/7).

Menjelang lebaran ini, diakuinya membuat para pedagang bawang merah di Jakarta, Banjarmasin, Bali dan Makassar tidak berani meminta agar bawang didrop terus menerus.

”Kalau bawang didrop terus, maka bawang akan menumpuk dan busuk saat disimpan digudang,” tuturnya.

Kendala lain, lanjutnya, mudik yang menyebabkan lalu lintas macet. Praktis bawang yang diangkut menggunakan truk akan busuk. Apalagi menunggu antrian saat masuk kapal penyebrangan.

Kendati demikian, ia menduga, setelah lebaran harga bawang merah akan kembali naik. Seperti yang terjadi pada tahun-tahun sebelumnya.

Secara terpisah, petani bawang merah lain, Amrin warga Desa Sai Kecamatan Soromandi mengaku saat ini sudah ada ribuan ton bawang merah yang sudah dipanen. Selain harga bawang turun, pembeli tidak banyak yang datang.

”Karena tidak ada pedagang bawang yang membeli, kami terpaksa menyimpannya dulu sambil menunggu harga bawang naik,” katanya.

Menurut dia, harga bawang turun tentu menyebabkan petani rugi. Jika dibandingkan dengan pengeluaran saat musim tanam hingga panen. “Jika dihitung – hitung, kami rugi,” tandasnya.

*TETA

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *