Korban Penembakan di Papua, Warga Bima

Kabupaten Bima, Kahaba.- Satu dari dua anggota kepolisian yang tewas tertembak dalam insiden kontak senjata dengan kelompok bersenjata di kawasan Indiwa, Kabupaten Lanny Jaya, Papua diketahui merupakan warga Kabupaten Bima.

Foto Bripda Zulkifli

Foto Bripda Zulkifli

Almarhum Bripda Zulkifli merupakan pria kelahiran Desa Bontokape Kecamatan Bolo. Informasi itu diketahui setelah ada kepastian dari pihak keluarga. Warga Bontokape juga mengakui hal yang sama, bahwa almarhum merupakan warga setempat.

Ia baru bertugas beberapa tahun di Papua usai lulus dalam tes Institusi Kepolisian. Pengakuan itu seperti disampaikan Tokoh Masyarakat Bontokape, Suaeb. Diakuinya, Zulkifli lahir di Kampung Sumbawa Desa Bontokape.

“Usai tamat SMA, Almarhum langsung merantau ke Papua dan mengikuti tes Kepolisian. Keduanya orang tuanya juga turut serta kesana karena itu tidak dikuburkan di Bontokape,” jelasnya.

Mendapat informasi tewasnya Zulkifli kata Suaeb, pihak keluarga di Bontokape merasa sangat terpukul. Apalagi, almarhum dalam waktu dekat berencana untuk mengakhiri masa lajangnya.

Rekan korban, Atry juga mengakui sangat mengenal dengan baik almarhum dan membenarkan berasal dari Bontokape. Selain satu kampung, dirinya juga saat ini merantau di Papua dan mendapat informasi dari Kepolisian.

Dalam media sosial Facebook, Atry mengunggah dua foto almarhum mengenakan seragam dinas dan dalam kondisi tak bernyawa. “Selamat jalan sobat. Kami berdo’a semoga amal ibadah Almarhum diterima Allah SWT dan Kepolisian bisa menangkap pelaku penembakan,” tulis Atry pada dinding Facebook.

Seperti dikutip dalam berita Antara, Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabid Humas) Kepolisian Daerah Papua Komisaris Besar Sulistyo Pudjo Hartono menyebutkan, anggota polisi yang tewas tersebut adalah Bripda Zulkifli dan Bripda Prayoga.

Selain dua anggota yang tewas, dua anggota kepolisian lainnya mengalami luka tembak, yaitu Bripda Alex Numbery dan Briptu Helsky Bonyadone.

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabid Humas) Kepolisian Daerah Papua Komisaris Besar Sulistyo Pudjo Hartono menuturkan, insiden tersebut terjadi saat sejumlah anggota kepolisian melakukan kegiatan bimbingan masyarakat (binmas) dengan mendatangi kelompok warga.

“Saat melakukan kegiatan itu mereka tiba-tiba diserang oleh kelompok bersenjata,” jelasnya.

*ERDE

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *