Cenggu Vs Nisa Sementara Kondusif

Kabupaten Bima Kahaba.- Kondisi Desa Cenggu dan Desa Nisa untuk sementara cukup kondusif. Kendati demikian, pasca bentrok yang menelan korban jiwa pekan lalu, Polisi tetap melakukan pengamanan.

Kapolres Bima Kabupaten AKBP. IGPG. Ekawana Prasta, S. Ik

Kapolres Bima Kabupaten AKBP. IGPG. Ekawana Prasta, S. Ik

Kapolres Bima Kabupaten AKBP. IGPG. Ekawana Prasta, S. Ik mengatakan, meski kini terlihat kondusif, pihaknya tidak ingin terkecoh. Sebab, dikhawatirkan terjadi bentrok susulan.

Ditemui Kahaba di halaman Kantor Kejaksaan Rabu (6/8) pagi, dia mengaku meski masing-masing warga kedua Desa belum leluasa saling melewati Desa yang letaknya bertetangga itu. Namun, warga sudah beraktifitas seperti biasa.

”Warga sudah mulai bertani dan melakukan kegiatan lain, semua terlihat lancar dan aman – aman,” tuturnya.

Pihaknya pun tetap menempatkan personil di perbatasan antar dua Desa yang berseteru itu. Seluruh personil juga telah diminta untuk berjaga diperbatasan. Serta tidak terpancing jika ada masyarakat melontarkan bahasa yang memprovokasi.

”Kami tetap siaga amankan hingga benar-benar tidak ada lagi hal yang menimbulkan konflik,” katanya.

Ditanya sejumlah oknum warga yang kerap memprovokasi? Ekawana menjawab pihaknya sedang melakukan penyelidikan. ”Kita akan cari tahu kebenarannya. Jika terbukti, tentu akan kita tindak sesuai dengan aturan hukum,” janjinya.

Pria berbadan tegap itu juga menghimbau kepada seluruh masyarakat yang ada di Kabupaten Bima, agar tidak ikut arus melakukan tindakan yang menciptakan konflik antar kampung.

Kalau ada masalah yang berkaitan dengan pidana, silahkan laporkan saja ke Polres agar diproses. ”Mari sama-sama kita jaga stabilitas daerah ini dengan hati yang jernih. Jangan provokasi masalah yang justru merugikan masyarakat,” himbaunya.

*TETA

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

1 komentar

  1. ompujhenggo

    Seringx Terjadi KOnflik D wlyh Bima Sekarang Menunjukkan Bahwa Masyarakat Bima Sdh Tidak Berbudaya Lagi….Apa salahx dengan sikap ego yang kita miliki kita terapkan untuk hal-hal yang lebih bermanfaat…….
    Dengan Ego Kita Masa Kita tidak bIsa membangun Bima yang lebih Baik……
    Dengan seringx terjadi konflik Citra Bima semakin Rusak dan masyarakat Umum akan mengenal kita sebagia masyarakat anarkis…..
    apakah kta tdk malu di katakan sebagai masyarakat yang tidk berbudayaaa….Mana Maja Labo Dahux….Mana Nggahi Rawi Pahux……jangan jadi MBAI ( Masyarakat Bima Anak Itik)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *