ISIS Dinilai Pemecah Belah Umat Islam

Kabupaten Bima, Kahaba.- Akademisi Sekolah Tinggi Ilmu Syariah (STIS) Al Ittihad Bima, Syech Faturrahman, M.Ag melihat keberadaan dan eksistensi Islam State of Irak and Syiria (ISIS) pada sudut yang berbeda.

Syech Faturrahman, M.Ag. Foto Bin

Syech Faturrahman, M.Ag. Foto Bin

Jika kebanyakan orang melihat eksistensi ISIS sebagai kelompok Islam fundamental yang begitu semangat mendirikan Khilafah Islamiyah. Dirinya justru menilai sebagai bagian dari propaganda pihak asing yang justru akan memecah belah umat Islam.

“ISIS itu bukan organisasi, tapi Negara. Keberadaannya juga tidak lepas dari kepentingan asing yang sering menancapkan kuku propagandanya pada dunia Islam,” tudingnya.

Menurut Faturrahman, keberadaan ISIS tidak perlu dikuatirkan secara berlebihan, terlebih soal rekrutmen mereka yang dikabarkan sudah masuk ke wilayah Bima. Sebab rekrutmen anak-anak muda agar bergabung dengan Islam garis keras sudah sering terjadi dan sangat mudah dilakukan.

Seperti melalui media sosial. Apalagi anak muda yang masih awam pengetahuannya soal Islam. “Contoh saja seperti kelompok Al Qaeda, pola rekrutmen mereka hanya memanfaatkan media sosial,” ungkapnya.

Kata dia, jika ISIS dirasakan sebagai ancaman, dari dulu organisasi Islam garis keras yang menentang Negara sudah dihanguskan. Sebab Negara punya perangkat keamanaan yang lengkap. Apalagi ada intelijen yang mendeteksi dini gerakan yang mengancam stabilitas Negara.

Negara barat sebagai negara Industri dan Negara maju hanya ingin memecah belah Islam. Dengan minimnya sumber daya alam (SDA), Negara barat akhirnya membuat propaganda di Negara Timur Tengah, Asia dan Afrika.

*ERDE

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *