Dinda Diusung Golkar, Masih Rumor Politik

Kabupaten Bima, Kahaba.- Kabar Ketua DPD II Partai Golkar Kabupaten Bima, Hj. Indah Damayanti Putri yang diusung Golkar masuk bursa pencalonan Bupati dan Wakil Bupati Bima, masih sebatas rumor.

Ilustrasi

Ilustrasi

Apalagi, santer dikabarkan mendiang Almarhum Ferry Zulkarnain, ST itu digadang bakal berpasangan dengan mantan Bupati Bima, Drs. H. Zainul Arifin, juga tidak sepenuhnya benar.

Pengurus partai Golkar Kabupaten Bima malah membantah jika saat ini sudah memastikan calon yang diusung. Kendati nama Ketua DPD II semakin menguat, Pengurus Golkar mengaku informasi itu masih sekedar rumor politik.

“Proses penetapan calon yang diusung Golkar masih panjang. Sebab kita punya mekanisme sendiri yang mesti diikuti,” jelas Sekjen DPD II Golkar Kabupaten Bima, Ir. Suryadin kepada sejumlah media di kediaman Dinda.

Ia mengaku, penetapan nama bakal calon dan calon Bupati atau Wakil Bupati dalam Partai Golkar tidak dilakukan begitu saja. Tapi ada proses yang mesti dilewati sesuai ketentuan partai.

Seperti diawali dengan pembentukan tim penjaringan. Tim itu akan bertugas melakukan verifikasi nama-nama yang akan diusung menjadi bakal calon.

Selanjutnya kata dia, akan diplenokan ditingkat DPD II dan hasilnya akan disampaikan ke DPD I Provinsi NTB. Proses pengajuan masih belum berakhir karena akan diteruskan lagi ketingkat DPP. “DPP nanti yang berwenang menetapkan siapa calon yang diusung berdasarkan hasil survei,” terangnya.

Namun pria yang juga anggota DPRD Kabupaten Bima ini menegaskan, Ketua DPD II akan diprioritaskan untuk diusung. Apalagi, keinginan pengurus partai hingga ditingkat bawah sangat besar untuk mengusung Dinda.

“Yang pasti belum ada keputusan final karena DPP yang menetapkan. Apabila sudah pasti baru bisa kita deklarasi,” tambahnya.

*ERDE

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *