Sampah Berserakan, Pemerintah Tutup Mata

Kota Bima, Kahaba.- Geliat pemerintah kampanye hidup bersih dan Kota Bima yang jauh dari sampah nampaknya hanya wacana semata. Keinginan itu justru tidak berbanding lurus dengan kenyataan yang ada.

Sampah berserakan di lintas jalan Pantai Ule. Foto: Bin

Sampah berserakan di lintas jalan Pantai Ule. Foto: Bin

Buktinya, masih saja banyak ditemukan sampah yang berserakan dimana – mana dan tidak diurus. Dibiarkan bau menyengat dan tidak pernah diperhatikan.

Kendati sudah dibangun Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sampah di wilayah pegunungan Oimbo Kelurahan Kumbe, ternyata dibeberapa titik wilayah Kota Bima ditemukan TPA yang tidak diurus.

Seperti disepanjang pantai Ule, sampah menumpuk dan mengganggu estetika kota. Keberadaannya pasti menggangu aktifitas dan kenyamanan pengguna jalan.

Pantauan kahaba, di Pantai Ule Kelurahan Melayu justru yang paling parah. Keberadaannya merusak kawasan teluk Bima. Sepanjang jalur pantau kerap dipenuhi oleh sampah plastik dari aktifitas pembuangan sampah.

Parahnya lagi, kawasan pantai yang saban hari menjadi jalur menuju lokasi wisaya pantai Kolo seolah dibiarkan kotor, bau dan merusak pemandangan oleh Pemerintah, tidak ada upaya untuk menindak para pelaku yang kerap membuang sampah dilokasi tersebut.

Tidak hanya itu, dijalan lintas Gunung Dua lingkungan Bedi Kelurahan Waki, persisnya dijalan sebelah timur pegunungan tersebut ternyata kini menjadi tempat pembuangan sampah, bahkan jaraknya hanya 10 meter dari jalan Negara Kota Bima.

Bahkan, dibeberapa titik sepanjang jalan menuju lokasi TPA di kawasan pegunungan Oimbo, juga dijadikan tempat pembuangan sampah.

Pengguna jalan, Suhardin mengatakan, Pemerintah Kota seolah tidak serius menangani sampah di Kota Bima. “Jangan hanya menilai masyarakat yang kurang sadar, pemerintah juga harus mendorong masyarakat untuk menumbuhkan kesadaran,” sorotnya.

Menurut dia, titik jalan yang dipenuhi sampah, merupakan wilayah yang tidak jauh dari Kota. Seperti di pantai ule, jalan tersebut merupakan tempat kawasan wisata. ”Bagaimana mungkin Kota Bima bisa meraih piala Adipura jika masalah sampah saja tidak bisa diurus,” katanya.

*DEDY

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

1 komentar

  1. ompujhenggo

    Banjir….Salah Pemerintah
    Macet….Salah Pemerintah
    Pengangguran….Salah Pemerintah
    Sampah Berserakan…Salah Pemerintah

    Kapan yaaaaaaa????????
    Yang Tinggal Pinggir Sungai…..Menjaga SUngaix
    Pengguna JAlan……..Patuh ama peraturan
    Yang bUang sampah…..TAhu Tempat Sampah

    Pemerintah Salah? Yang Di Perintah Bagaimana Y?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *