Agustus, DAK 2014 Mulai Dicairkan

Kabupaten Bima, Kahaba.- Setelah target administrasi diselesaikan, Agustus Tahun ini pencairan Dana Alokasi Khusus (DAK) Lingkup Dinas Dikpora Kabupaten Bima akan segera dicairkan. Anggaran sebesar Rp 8 Miliar itu akan langsung dikerjakan untuk pembangunan sekolah.

Ilustrasi

Ilustrasi

Kabid Dikmen Dikpora Kabupaten Bima, Amiruddin, MPd menjelaskan, setelah target proses administrasi pencairan DAK memasuki tahap dua, yakni pembuatan gambar dan penyusunan Rancangan Anggaran Belanja (RAB), anggarannya akan segera dicairkan.

“Tahapan itu dilakukan setelah sosialisasi dan konsultasi oleh pemerintah Kabupaten Bima beberapa waktu lalu,” ujarnya, Selasa (12/8).

Diakuinya, proses administarsi tahap dua ini, sekitar 60 persen rampung. Setelah itu anggarannya akan segera dicairkan.

Kata dia, DAK 2014 sebesar Rp 8 miliar diperuntukan bagi 30 unit SMP, 10 unit SMA dan 10 SMK. Dengan alokasi anggaran dan kegiatan yang berbeda. Seperti rehab ringan, berat dan bangun baru. “Alokasi anggaran, akan dialokasikan sesuai volume pekerjaan,” terangnya.

Diakuinya, pencairan DAK tahun ini berbeda dengan tahun sebelumnya. Tahun ini, pencairan DAK dimajukan beberapa langkah. Untuk menghindari cuaca yang dapat menghambat pelaksanaan proyek.

“Saat musim hujan, pelaksanaan proyek terganggu. Akibatnya penyelesaiannya sering telat dari jadwal yang ditentukan,” jelasnya.

Mengantisipasi masalah itu lanjut dia, maka DAK Tahun 2014 ini dicairkan lebih awal. Sehingga pelaksanaan pekerjaan itu dapat dilakukan sebelum berlangsungnya musim hujan. Selain itu dia berharap partisipasi semua pihak terutama, Sekolah, Komite, masyarakat, pers dan lainnya untuk mengawasi pelaksanaan DAK.

“Kalaupun ada penyimpangan atau kejanggalan lainnya, segera laporkan. Kami siap untuk menindak lanjuti,” pungkasnya.

*ERDE

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *