Kios Ludes Terbakar, Fatmah Harap Pemerintah Perduli

Kota Bima, Kahaba.- Pilu harus dirasakan Fatmah AR (69) warga Lingkungan Waki Kelurahan Manggemaci Kota Bima. Kini ia tidak bisa berbuat banyak untuk membangun kembali kios yang telah hangus terbakar. Hanya bisa berharap ada bantuan dari Pemerintah untuk mengembalikan sedikit modalnya yang juga ludes bersama api.

Kios Fatmah yang ludes terbakar. Foto: Erde

Kios Fatmah yang ludes terbakar. Foto: Erde

Kios Fatmah yang terbakar itu berada di samping kiri Convention Hall Paruga Nae. Semua rombong berikut isinya tak ada yang tersisa. Kerugian ditaksir mencapai Rp 10 juta.

Rombong sekitar Rp 4 juta dan isinya berbagai kebutuhan sembako yang dijual bersama rokok sekitar Rp 6 juta. Dia menduga kios tempat jualannya sejak 7 tahun itu sengaja dibakar oleh orang yang hingga kini belum diketahuinya. “Kejadian tidak saya laporkan ke polisi. Sudah lah nak, saya diikhlaskan,” ujarnya.

Ia menceritakan, kejadiannya saat bulan Ramadhan bulan lalu, tepatnya ketika momen pesta piala dunia. Kebakaran terjadi dini hari pada saat dirinya menginap di rumah. “Malam itu, tak biasanya saya tidur dirumah, padahal selama ini selalu tidur di rombong,” katanya.

Ibu lima anak ini mengaku, kejadian baru diketahui pagi harinya. Dia kaget melihat rombong berikut isinya ludes tak tersisa. Kini dirinya tak bisa jualan lagi, padahal dari jualan itu ia harus membantu mencukupi kebutuhan keluarganya sehari-hari. “Saya mulai jualan di tempat ini sudah hampir tujuh tahun,” tuturnya.

Dari kejadian itu, hingga kini ia belum mendapat bantuan apa-apa dari Pemerintah Daerah. Harapannya, bisa kembali berjualan dan dibantu oleh pemerintah. “Sekarnag saya sedang berusaha mengumpulkan modal lagi dari awal,” terangnya.

*ERDE

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *