Olah TKP Salam, Ditemukan Kejanggalan

Kota Bima, Kahaba.- Menguak penyebab tewasnya Kapolsek Ambalawi, AKP. Abdul Salam, polisi melakukjan Olah Kejadian Perkara (TKP) di Jalan Lintas Ambalawi-Kota Bima Desa Kole, Minggu (17/8) siang.

Olah TKP meningglnya AKP. Abdul Salam. Foto: Erde

Olah TKP meningglnya AKP. Abdul Salam. Foto: Erde

Polres Bima Kota menurunkan tim gegana dari Satuan Brimob sekitar delapan orang. Metal detector pun digunakan aparat untuk alat pendeteksi logam atau selongsong peluru menyisir sekitar lokasi kejadian.

Hasil olah TKP, memunculkan berbagai spekulasi dan dugaan, almarhum meninggal bukan karena kecelakaan. Penggunaan metal detector mengisyaratkan kematian korban bukan murni kecelakaan. Namun dugaan korban diduga ditembak.

Dalam olah TKP juga ditemukan beberapa kejanggalan seperti tidak ada tanda-tanda yang mengarahkan bahwa korban mengalami kecelakaan. Posisi korban dengan sepeda motor jenis Honda Vario CBS warna hitam list biru juga nampak aneh.

Sebab korban dengan posisi kepala mengarah ke bawah, sementara sepeda motor mengarah ke atas miring kesebelah kiri. Dalam reka ulang kejadian, korban bersama sepeda motor itu ditemukan pertama kali oleh seorang warga yang kebetulan melintas dari Ambalawi hendak ke Kota Bima.

Awalnya, saksi tidak mengetahui bahwa korban seorang Polisi. Setelah mengecek baru mengetahuinya dan mencoba mencari bantuan kepada pengendara lainnya yang melintas untuk mengangkat korban. Saksi melambaikan tangan kepada pengendara sembari meminta pertolongan.

Diduga, korban sudah tidak bernyawa di lokasi kejadian sebelum akhirnya dibawa ke Puskesmas Ambalawi. Namun, saksi tidak mengetahui persis karena panik dan berusaha meminta pertolongan warga.

Apalagi, saat ditemukan korban tergeletak di samping kiri turunan jalan dengan suasana dan kondisi sepi. Beberapa saat kemudian, sejumlah warga yang datang dari arah Kota Bima yang melihat saksi meminta bantuan akhirnya menepi dan membantu mengangkat korban. Itu pun masih menunggu mobil yang melintas untuk mengangkut korban.

Tak lama setelah itu, mobil jenis pick up melintas dari arah Kota Bima dimintai bantuan untuk membawa korban ke Puskesmas Ambalawi. Reka ulang berlangsung sekitar satu jam lebih dipimpin Wakapolres, Kompol Luthfi, SIK dan Kasat Reserse Kriminal Bima Kota, IPTU Didik Haryanto, SH.

Dalam reka ulang itu, Kepolisian menghadirkan empat saksi dan satu anggota Kepolisian yang memerankan korban. Sepeda motor korban yang dalam kondisi rusak pada bagian lampu depan sebelah kiri dan tergores juga terlihat digunakan dalam adegan.

Sementara itu, Tim Gegana dibantu Personil Kepolisian dari Satuan lain yang berusaha mencari logam dan selongsong peluru, hingga olah TKP usai tidak menemukannya. Terkait olah TKP dan reka ulang tersebut, pihak Kepolisian yang berada di lokasi belum bisa dimintai keterangan. Begitu pun saksi yang berusaha diwawancarai menolak untuk memberikan keterangan karena alasan keamanan.

*ERDE

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *