Mobil Ambulance Pemkot Bima Jadi “Dagangan”

Kota Bima, Kahaba.- Mobil Ambulance milik Pemerintah Kota (Pemkot) Bima yang diperuntukan bagi warga Kota Bima diluar daerah, kini seolah berubah fungsi. Jika awalnya Walikota Bima mengaku mobil itu digratiskan, kini justru berubaha jadi barang dagangan.

Mobil Ambulance milik Pemkot. Foto : Bin

Mobil Ambulance milik Pemkot. Foto : Bin

Jumlahnya pun tidak sedikit, mobil yang dipakai dari Mataram ke Bima, untuk membawa jenazah warga Kota Bima, pihak keluarga yang meninggal harus merogoh kocek sebanyak Rp 3 juta rupiah.

Haris, warga Kelurahan Rabangodu Utara mengaku, Senin (18/8) pagi keluarganya tertimpa musibah. Pamannya meninggal dunia karena kecelakaan di Lombok Barat NTB. Kemudian siang harinya, dipulangkan ke Kota Bima menggunakan mobil Ambulance milik Pemkot Bima, yang dikelola oleh warga Kota Bima di Mataram.

Awalnya, ia dan keluarganya dimintai uang senilai Rp 750.000. Karena berpikir untuk biaya bensin dan penyebrangan, uang itu pun diberikan. Namun saat tiba di rumah duka, sopir justru meminta uang sebanyak Rp 3 juta rupiah.

Karena sudah bersyukur jenazah sudah tiba di Kota Bima, ia dan keluarga tidak mempermasalahkannya. Namun dirinya membatin, jika Mobil Ambulance milik Pemkot Bima memang digratiskan untuk mengurus orang sakit dan membawa pulang warga Kota Bima yang meninggal diluar daerah.

“Kami tidak mempermasalahkannya. Hanya saja nanti jika ada warga Kota Bima yang mengalami hal yang sama, kemudian dimintai uang sebanyak itu, Ambulance gratis pun tidak berfungsi seperti niat hajat awal,” sorotnya.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Bima, Drs. H. Azhari yang dihubungi mengaku tidak tahu pasti bentuk pengelolaan Mobil tersebut. “Mobil itu memang digratiskan. Pemkot Bima sudah serahkan ke warga Bima yang ada di Mataram untuk dikelola. Tapi bentuk pengelolaannya kami belum tahu. Nanti kita coba cek dulu,” ujarnya.

Untuk memastikan kebenaran, ia pun berencana mendatangi rumah duka dan menanyakan proses pembayarannya. “Nanti kita temui pihak keluarganya,” kata Azhari.

Plt. Kabag Umum Setda Kota Bima, Rusdan, SE yang didatangi Kahaba kaitan masalah itu mengatakan, bagiannya hanya pihak yang mengadakan sarana mobil Ambulance tersebut. “Tekhnis pengelolaannya kami tidak paham, apakah dibayar atau tidak oleh warga yang menggunakan,” tuturnya.

Namun yang pasti, diakuinya, mobil itu diserahkan oleh Pemerintah Kota Bima ke paguyuban Kerukunan Keluarga Bima Dompu yang ada di Mataram.

Sementara itu, Plt. Kabag Humas dan Protokol Setda Kota Bima, Ihya Gazali menyatakan, uang yang dikeluarkan oleh keluarga korban sudah diganti oleh Pemerintah Kota Bima.

*BIN

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.
  1. Rangga Babuju

    Ambulance ON CALL milik Kota Bima yg ada di Bali juga demikian, beberapa warga Kota Bima yang sakit dan dirujuk ke RSI Sanglah tidak tau bila ada Ambulance Gratis Kota Bima di Bali, setidaknya mengantar atau menjemput dr Pelabuhan Penyebrangan Padangbai – RSI Sanglah atau sebaliknya. Menurut Pengakuan warga Bima di Bali, banyak warga Bima yg tidak tau siapa yg pegang Ambulance itu dan dimana diparkir serta kemana menghubungi bila ada kejadian yg menimpa Warga Kota Bima di Bali.
    Warga Kota Bima yang menumpang di rumah Singgah pun tidak satupun yg tau kalau ada Ambulance Gratis Kota Bima untuk Warga Kota Bima di Bali.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *