Meresahkan, Sekda Desak Penembak Polisi Ditangkap

Kabupaten Bima, Kahaba.- Polisi di Bima yang tewas karena ditembak kian bertambah. Insiden itu tentu sangat meresahkan, tidak hanya bagi Polisi sendiri, pun bagi masyarakat luas. Keresahan masyarakat semakin bertambah lantaran tak satu kasus penembakan polisi berhasil diungkap.

Sekda Kabupaten Bima, Drs. HM. Taufik HAK

Sekda Kabupaten Bima, Drs. HM. Taufik HAK

Kapolsek Ambalawi Kabupaten Bima, IPTU. A. Salam, menambah jumlah korban kasus penembakan. Perlu langkah konkrit yang harus diambil oleh element terkait, agar tidak kembali jatuh korban lain. “Pelakunya harus segera ditangkap, agar tidak terus meresahkan masyarakat,” tegas Sekda Kabupaten Bima, Drs. HM Taufik HAK.

Ia berpandangan, deretan penembakan polisi menimbulkan pertanyaan besar bagi masyarakat. Karena jangankan masyarakat, polisi yang diberi kewenangan memegang senjata pun menjadi sasaran penembakan. ”Ada apa dengan polisi. Kenapa ini harus terjadi,” tanyanya saat ditemui di ruangannya, Selasa (19/8).

Menurut dia, agar tidak kembali terjadi, perlu kewaspadaan dan mempererat silahturahim. Pemerintah pun, sudah mengambil langkah-langkah kongkrit dan menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) bersama seluruh unsur Muspida, tokoh masyarakat dan tokoh agama.

“Hasil rakor, yang menjadi catatan penting yakni tetap menjaga stabilitas dan keamanan. Tidak saja oleh aparat dan pemerintah, tetapi peran serta seluruh lapisan masyarakat,” tuturnya.

Bahkan, ditekankan kepada seluruh Kepala Desa agar peran RT maupun RW dimaksimalkan, terutama masalah kependudukan. “Bila perlu berlakukan dengan tegas setiap warga baru untuk wajib lapor 1×24 jam agar mobilisasi penduduk dapat terpantau,” sarannya.

*Abu

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *