KM Vercase Amara Tenggelam Akibat Cuaca Buruk

Kabupaten Bima, Kahaba.- Kepala Sahbandar dan Otoritas Pelabuhan Bima H. Anwar Mu’min Raja, S. Sos mengatakan, tenggelamnya KM Vercase Amara karena cuaca buruk.  (Baca. Kapal Pesiar Tenggelam di Laut Wera, 15 Orang Hilang)

Ilustrasi

Ilustrasi

Ditemui di kantonya, Selasa (19/8), ia menceritakan, setelah mendapatkan Surat Persetujuan Berlayar (SPB) dari Pelabuhan Lombok NTB, kapal itu berangkat pada hari Kamis (14/8) sekitar pukul 14.30 Wita menuju Labuan Bajo NTT.

”Sebelum ke Labuan Bajo, kapal tersebut singgah di Pulau Moyo dan Satonda selama satu hari, setelah itu melanjutkan perjalanannya ke Labuan Bajo,” ceritanya.

Ketika sampai diantara perairan Pulau Sangeang Api dan Pulau Gilibanta, Sabtu (16/8) sekitar pukul 02.30 dini hari, dinding kapal dihantam angin dan ombak besar hingga menyebabkan mesin kapal mati.

”Sesaat sebelum kapal tenggelam, 20 orang WNA dan lima orang ABK telah mengenakan Live Jaket maupun pelampung untuk selamatkan diri,” ujarnya.

Dari 20 orang WNA, lanjutnya, 18 orang berhasil dievakuasi oleh nelayan sekitar di Pantai Wera. Sementara lima orang yang merupakan ABK ditambah satu orang pemandu, dievakuasi Kapal MV Marnut I ke Pelabuhan Bima.

Hingga saat ini diakuinya, WNA yang masih dicari dua orang, masing-masing Viktore (30) dan George (30) yang merupakan warga negara Spanyol.

”Sampai saat ini masih terus dilakukan pencarian. Kami berharap, kedua WNA itu masih hidup dan bisa ditemukan,” harapnya.

Anwar menambahgkan, dari data yang dimiliki Sahbandar, WNA yang telah berhasil diselamatkan yakni. Lima orang asal Belanda, empat orang dari Jerman, dua orang Italia, dua orang Inggris, dua orang New Zeland, satu orang Prancis dan dua orang Spanyol. ”WNA Spanyol ada empat orang, tapi dua diantaranya masih dalam proses pencarian,” tambahnya.

*TETA

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *