Siswi Digosipin Menikah, Orangtua Ngamuk di Sekolah

Kota Bima, Kahaba.- Tidak terima anak gadisnya digosipin menikah oleh seorang guru SMKN 2 Kota Bima yang, orang tua siswi Gufran, Rabu (20/8) naik pitam dan ngamuk di sekolah. Bahkan, siswi yang berinisial MA (19) itu diancam akan dikeluarkan dari sekolah.

Orang tua siswi datangi sekolah. Foto: Abu

Orang tua siswi datangi sekolah. Foto: Abu

Gosip yang dinilai murahan itu tidak ada ujung pangkalnya. Fakta dan pembuktian pun tidak ada. Mendapatkan informasi tersebut orang tua dari si gadis menutut pihak sekolah bertanggungjawab.

Anehnya lagi, MA siswa kelas III TKJ dituduh menikah dengan WD (20), yang juga anak dari salah satu guru di sekolah setempat. “Guru yang harusnya mengajar ko’ justru jadi tukang gosip,” ujarnya dengan nada kesal.

Kata dia, gosip itu merusak nama baik anaknya yang sampai saat ini masih berstatus gadis. “Ini merusak citra anak gadis saya. Kami harus membawa persoalan ini ke ranah hukum,” ancam Gufran yang datang ke sekolah bersama istri dan keluarganya.

Keinginan Gufran dan keluarganya menemui Kepala Sekolah, Guru BK dan Guru Bagian Kesiswaan tidak mendapat respon. Murka orang tua MA pun seolah membuncah.

Gufran mengaku sangat kaget dan resah mendengar anaknya dituduh menikah oleh guru di sekolah tersebut. “Putri saya memang pacaran dengan MA. Tapi hanya sebatas pacaran, bukan menikah,” tegasnya.

Dari informasi yang sudah diketahui oleh seluruh sekolah itu, Gufran mengaku sangat menanggung malu. “Kami harus klarifikasi masalah ini. Kami juga ingin tahu dan melihat siapa guru yang menyebar fitnah ini,” ujarnya.

Sementara orang tua dari MA, Drs. Syafrudin mengaku kecewa atas informasi itu. Bukan saja nama baik keluarga, tetapi masalah beban mental yang harus ditanggung oleh dia dan anaknya. “Sejak informasi itu, anak saya enggan masuk sekolah,” terangnya.

Ia juga mengakui, dirinya pernah dipanggil oleh Kepala Sekolah, untuk mengaku jika anaknya telah menikah, dan dicarikan solusi pindah ke sekolah lain. ”Saya tolak pernyataan Kepsek, karena memang anak saya belum menikah,” tambahnya.

Karena Kepala Sekolah dan Guru BK tidak hadir, Wakasek Kesiswaan Irwan, SPd mengakui ada informasi tersebut namun itu baru informasi awal dan masih diselidiki kebenaranny. “Masalah ini akan dibicarakan secara kekeluargaan dengan pihak keluarga siswa,” tuturnya.

*Abu

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *