Silaturrahim dengan Pengurus IBI, Bupati Bima Beri Apresiasi

Kabupaten Bima, Kahaba.- Saat silaturrahim dengan Pengurus IBI Kabupaten Bima, Rabu (20/7) di Gedung Persiapan Sekretariat IBI desa Panda Kecamatan Palibelo, Bupati Bima H. Syafrudin HM.Nur, M.Pd menyampaikan apresiasi atas usaha dan kerja keras IBI dalam mendukung program pemerintah, terutama di bidang kesehatan ibu dan anak.

Bupati Bima Silahturahim dengan IBI Kabupaten Bima. Foto: HUM

Bupati Bima Silahturahim dengan IBI Kabupaten Bima. Foto: HUM

Kata Bupati, Pemerintah daerah juga sangat mendukung setiap program dan kegiatan IBI, terlebih untuk upaya IBI membangun Poliklinik dan Sekretariat dengan dana tahun 2014 sebesar Rp 240 juta dan dana tahun 2013 sebesar Rp 240 juta.

“Ucapan terima kasih kepada IBI atas kebersamaan dan kekompakan baik dalam organisasi maupun menjaga nama baik ibi serta dukungan kepada program pemerintah meningkatkan taraf kesehatan masyarakat dan kesejahteraan rakyat,” ungkap Bupati.

Ke depan jelas Bupati, Pemerintah Daerah akan mengupayakan formasi khusus Bidan setelah sebelumnya formasi untuk Dokter telah direalisasikan. “Mohon doa restu agar hal tersebut bisa terlaksana,” pintanya.

Selanjutnya Bupati menjelaskan bahwa ada surat Kementrian Kesehatan untuk Bidan PTT pusat yang akan dialokasikan bagi Kabupaten Bima  namun, jumlahnya masih akan dikonsultasikan dengan pusat sesuai kebutuhan Kabupaten Bima.

Selain itu, ia merasa tersentuh atas upaya IBI untuk memperjuangkan profesionalisme profesi Bidan di Kabupaten Bima. “Semoga nilai nilai mulia dari profesi Bidan dapat tertanam dalam jiwa dan kinerja para Bidan di Kabupaten Bima,” harapnya.

Saat itu juga Bupati menyerap aspirasi para Bidan, salah satunya Bidan nurhayati yang mengharapkan dukungan untuk Bidan Koordinator. “Mohon dukungan peningkatan pendidikan tinggi bagi Bidan, mohon ada formasi maupun status kepegawaian bagi Bidan yang umumnya sukarela,” katanya.

Menanggap itu, Syafrudin mengatakan pemerintah tetap mengacu pada aturan dan pendidikan bidan pernah direkomendasi belasan orang untuk menempuh pendidikan lanjutan.

Sementara bagi Bidan sukarela masih ada kendala terkait aturan yang membatasi, namun pemerintah tetap mengupayakannya.

*BIN/HUM

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *