Mustahid: Sai dan Lia itu Satu, Segerelah Islah

Kabupaten Bima, Kahaba.- Anggota DPRD Kabupaten Bima H. Mustahid H. Kako menyayangkan terjadinya bentrok antar warga Desa Sai Kecamatan Soromandi dan Dusun Lia Desa Punti Kabupaten Bima. Dirinya pun meminta kepada Pemerintah Daerah untuk segera turun tangan, merangkul semua yang berkepentingan dan duduk bersama.

H. Mustahid H. Kako. Foto: Bin

H. Mustahid H. Kako. Foto: Bin

Saat ditemui di kantornya Senin (25/8), ia mengatakan pada dasarnya warga Donggo adalah satu. Kendati sudah dimekarkan menjadi dua Kecamatan yakni Dongo dan Soromandi, namun esensinya hanya pemekaran administrasi.

“Donggo tidak pernah dimekarkan secara budaya dan kultur. Donggo tetap satu dan selalu bersama, tabiatnya masih sama,” ujarnya.

Kata dia, sejak zaman dulu hingga sekarang, tidak banyak yang berubah dengan masyarakat Donggo. Orang – orang tua dulu dan sekarang selalu mengajar tentang kebersamaan dan saling menghargai. “Masih banyak orang – orang tua yang masih menjadi tokoh adat, dihormati dan dihargai setiap perkataannya. Tidak ada yang berubah,” tegas putra tokoh Donggo itu.

Untuk itu, ia meminta kepada Pemerintah Kabupaten Bima, agar segera turun dan merangkul seluruh tokoh adat, tokoh agama, masyarakat dan pemuda, Kepala Desa dan Camat serta Polisi untuk duduk bersama, mencari benang merah permasalahan tersebut.

“Tidak ada upaya lain, harus islah. Cara mencapai itu, ya harus duduk bersama. Membahas permasalahnnya dan mencarikan solusinya,” kata duta PKB itu.

Jika ada yang meninggal, lanjut pria yang kembali terpilih menjadi Anggota DPRD Kabupaten Bima di Daerah Pemiliha Kecamatan Donggo dan Soromandi itu, diserahkan saja ke pihak yang berwajib untuk memperosesnya secara hukum.

Dirinya pun selaku warga Donggo, tetap melakukan upaya agar tidak berlarut – larut dan memunculkan korban baru. “Tapi caranya harus bersama – sama, juga didorong oleh Pemerintah Daerah, tidak hanya peran kami yang duduk di legislatif,” tambahnya.

*BIN

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *