PKB Belum Bersikap Soal EA 1 Kabupaten Bima

Kabupaten Bima, Kahaba.- Pesta Demokrasi Kabupaten Bima tidak lama lagi. Sejumlah nama calon pun bermunculan, setidaknya yang santer dibicarakan kini yakni empat orang, termasuk incumbent.

H. Mustahid H. Kako. Foto: Bin

H. Mustahid H. Kako. Foto: Bin

Keempat orang itu yakni Bupati Bima Drs. H. Syafruddin HM. Nur, MPd, Hj, kemudian mantan istri Bupati Bima Almarhum H. Ferry Zulkarnaen, ST, Dinda Damayanti Putri, lalu Drs. H. Zainul Arifin yang juga pernah menjadi orang nomor satu di Kabupaten Bima dan Wakil Ketua DPRD Kabupaten Bima, Adi Mahyudi.

Para figur itu pun kini mulai menjajal komunikasi dengan partai politik sebagai kendaraan “tempur”. Salah satu partai yang dilirik sejumlah figure yakni Partai Kebangkitan Bangsa (PKB). Meski partai besutan mantan Presiden RI, KH Abdurrahman Wahid itu hanya berhasil meraup tiga kursi di DPRD Kabupaten Bima, tetapi PKB dianggap mempunyai posisi tawar dalam Pilkada 2015 mendatang.

Menanggapi hal itu, Ketua DPC PKB Kabupaten Bima, Drs H Mustahid H Kako mengakui sudah ada sejumlah figure yang menjalin komunikasi. Hanya saja, sampai saat ini pihaknya belum memutuskan siapa dari sekian figure tersebut yang akan diusung PKB.

“Untuk PKB, belum dipastikan mengenai arah dukungan, rapat internal juga belum, nanti setelah pelantikan akan kita bahas,” terangnya.

Mantan wartawan ini mengatakan, setiap partai mempunyai mekanisme sendiri dalam menentukan calon yang diusung. Khusus di PKB, mekanisme pengusulan calon dilakukan melalui penjaringan ditingkat daerah. Setelah dikerucutkan beberapa nama, DPC akan mengirimkan nama-nama itu ke DPD dan selanjutkan diputuskan DPP.

“Yang jelas soal siapa calon yang kita usung tentunya yang menang bukan yang kalah. Kita sudah punya gambaran figure tersebut,” ujar Pria yang juga anggota DPRD Kabupaten Bima ini.

Disinggung soal figure yang dinilai punya peluang, Mustahid secara gamblang menyebut Hj Dinda Damayanti Putri dan Ady Mahyudi, SE akan menjadi kunci dalam Pilkada nanti. Kedua nama itu dianggap mempunyai kendaraan politik, modal dan ketokohan.

“Kunci Bola panas tergantung dari Dinda dan Adi karena yang diharapkan oleh orang lain yakni empat figure masing – masing Zainul, Dinda, Syafrudin dan Adi,” sebutnya.

Dia juga berpendapat, masyarakat Bima masih mengharapkan Dinda dan Adi untuk orang kedua. Msialnya Dinda diambil Zainul, maka satu – satunya lawan yakni Adi harus menjadi orang nomor dua dari Incumbent atau Syafruddin.

*ERDE

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *