Video Mesum Pelajar Cermin Degradasi Moral

Kabupaten Bima, Kahaba.- Kasus video mesum pelajar (Baca. Video Porno Pasangan Pelajar Bima Beredar) yang diduga diperankan dua siswa SMA Negeri 1 Belo sangat disayangkan semua pihak. Tak hanya merusak citra dunia pendidikan, aksi vulgar kedua muda-mudi itu dinilai sebagai cerminan degradasi moral generasi muda di Bima.

Anggota DPRD Kabupaten Bima, Dra. Hj. Mulyati

Anggota DPRD Kabupaten Bima, Dra. Hj. Mulyati

“Adegan mesum kedua siswa tersebut sudah sangat memalukan masyarakat Bima yang terkenal religius selama ini. Kalau ini terus dibiarkan dan terjadi maka kedepan mau menjadi apa generasi bangsa,” ujar Anggota DPRD Kabupaten Bima, Dra. Hj. Mulyati kepada Kahaba.

Menurutnya, sanksi sosial untuk kedua oknum itu tidaklah cukup. Pihak penegak hukum harus bertindak tegas mengusut siapa pelaku pengedar dan pemeran video. Tindakan itu bertujuan agar memberikan efek jera kepada pihak yang terlibat sehingga tidak menjadi contoh bagi masyarakat lainnya.

“Tidak perlu saling menyalahkan, tapi yang terpenting saat ini bagaimana bisa kita carikan solusi bersama-sama. Seperti membentengi generasi muda kita dengan akhlak dan pendidikan moral,” tegas Anggota Komisi IV ini.

Mulyati berpandangan, peran semua pihak untuk mengatasi persoalan moral sangat penting. Tugas dan tanggungjawab itu tidak bisa hanya diserahkan kepada sekolah. Sebab sebagian besar waktu siswa dihabiskan di lingkungan masyarakat bersama teman dan orangtuanya.

Dirinya juga menyarankan agar para orangtua membatasi anaknya menggunakan telepon seluler berharga mahal.

“Berikan saja telepon seluler biasa agar tidak disalahgunakan. Walaupun sebenarnya teknologi harusnya digunakan untuk kepentingan positif,” tandasnya.

Dia mendesak, Pemerintah Daerah segera menyikapi persoalan tersebut dengan tokoh masyarakat, agama maupun tokoh muda. Sejumlah unsur penting itu harus mencari solusi terbaik agar kejadian yang sama tidak terus terjadi.

*Abu

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *