Soal Penculikan, Sekolah Diminta Tingkatkan Waspada

Kota Bima, Kahaba.- Tiga kasus penculikan siswa di Kota Bima, baik dua orang siswa SDN maupun satu orang siswa SMAN, menjadi perhatian serius Dinas Dikpora Kota Bima. (Baca. Siswa SDN 02 Kota Bima Diculik) dan (Baca. Penculikan Siswi SDN kembali Terjadi)

Kepala Dinas Dikpora Kota Bima, Drs. Alwi Yasin, MAP

Kepala Dinas Dikpora Kota Bima, Drs. Alwi Yasin, MAP

Agar tidak kembali terulangnya kasus tersebut, Dinas Dikpora telah mengeluarkan surat edaran kepada semua sekolah, terutama tingkat dasar dan kanak-kanak untuk meningkat kewaspadaan dan pengawasan.

Kepala Dinas Dikpora Kota Bima, Drs. Alwi Yasin, M. Ap mengaku melalui surat edaran tersebut pihaknya meminta sekolah serius menyikapi kasus penculikan siswa dengan meminta meningkatkan pengawasan dan kewaspadaan.

Upaya itu, katanya, bisa dilakukan dengan mengaktifkan guru piket yang bertugas khusus untuk mendata siswa yang biasa dijemput. Begitu pun kepada penjemput, sekolah harus memilik nomor kontak dan identitas mereka.

“Saat orang tua berhalangan menjemput dan menyuruh orang lain, maka mereka diharuskan untuk menunjukan kartu identitas,” ujarnya.

Hanya saja kata dia, kendala untuk menerapkan cara itu adalah ketika anak sudah keluar dari lingkungan sekolah, maka akan sulit dikontrol lagi satu persatu. Cara tersebut hanya efektif disaat anak berada di lingkungan sekolah dan masih pada jam belajar. Termasuk guru yang keluar akan diketahui dengan menerapkan kartu kendali tersebut.

“Orang tua juga kami minta wajib menyimpan nomor telepon seluler pihak sekolah agar komunikasi selalu terjalin. Dengan begitu, ketika ada persoalan bisa cepat diketahui,” terangnya.

Alwi menambahkan, pihaknya akan menindaklanjuti surat edaran itu dengan menggelar pertemuan dengan semua guru. Setelah itu berencana akan melakukan sosialisasi melibatkan orang tua siswa terkait rencana penerapan kartu kendali dan upaya pencegahan lainnya.

*ERDE

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *