17 Demonstran PRD Diamankan, Wakapolres Berdarah

Kota Bima, Kahaba.- Aksi Demonstrasi Partai Rakyat Demokratik (PRD) Bima di depan Kantor Walikota Bima, Kamis (4/9) berujung bentrok. Imbasnya, Wakapolres Bima Kota, Kompol Luthfi, SIK mengalami luka bocor pada bagian kepala, diduga karena terkena pecahan kaca lampu yang pecah dilempar massa.

Aksi PRD didepan Kantor Walikota Bima. Foto: Bin

Aksi PRD didepan Kantor Walikota Bima. Foto: Bin

Luthfi yang berlumur darah kemudian dibawa personil Kepolisian untuk mendapatkan perawatan medis. Sementara itu, sedikitnya 17 orang demonstran yang diduga sebagai provokator diamankan ke Mapolres Bima Kota.

Sementara sejumlah atribut aksi, seperti bambu, bendera dan beberapa pecahan kaca juga dibawa Kepolisian sebagai barang bukti.

Pantauan Kahaba, saat aksi berlangsung Wakapolres terlihat berdiri tepatdidepan pagar pintu masuk Kantor Walikota Bima. Saat salah seorang perwakilan demonstran menyampaikan orasi, tiba-tiba ada yang memukul kaca lampu di atas pagar tembok hingga pecah.

Insiden itu memicu reaksi personil Kepolisian dan Sat Pol PP Kota Bima yang berjaga dan membubarkan massa. Disaat bersamaan, Wakapolres yang berjarak sangat dekat dengan para demonstran seketika jatuh tersungkur dengan berlumuran darah.

Melihat para demonstran yang mulai anarkis, polisi terpaksa mengeluarkan tembakan gas air mata disusul tembakan peringatan.

Massa aksi pun lari berhamburan dan dikejar aparat Kepolisian. Sementara para demonstran gabungan dari LMND, FNPBI dan SRMI yang diamankan saat ini masih dimintai keterangan.

PRD menggelar aksi menuntut Pemerintah Kota Bima bertanggungjawab soal penimbunan pantai Amahami, menebangan pohon mangrove dan sertifikat laut Amahami. (Baca. Tolak Timbun Laut, PRD Gelar Aksi Tutup Mulut). (Baca. Soal Amahami, Pemkot Bima Diminta Bertanggungjawab)

*Erde

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *