Demo PRD Dibubar Paksa, Seorang Bocah Jadi Korban

Kota Bima, Kahaba.- Aksi demonstrasi PRD bersama LMND, FNPBI dan SRMI, Kamis (4/9) akhirnya dibubar paksa aparat kepolisian. Polisi yang membubarkan massa dengan gas air mata dan tembakan peringatan.

Demo PRD saat dikawal Polisi. Foto: Bin

Demo PRD saat dikawal Polisi. Foto: Bin

Gas air mata yang menyebar di sekitar Jalan Soekarno – Hatta depan Kantor Walikota Bima akhirnya terkena seorang bocah yang saat itu bersama ibunya melintasi lokasi demonstrasi.

Bocah itu akhirnya ditandu kepinggir jalan oleh ibunya karena mengalami sesak napas akibat tak tak tahan menghirup gas air mata.

Beberapa pengendara lain dan Polisi terlihat ikut membantu bocah dan memberikan air untuk dibasuh dibagian wajahnya. Bocah yang tak diketahui identitasnya tersebut kemudian disarankan untuk dibawa Puskesmas terdekat.

Pembubaran paksa aksi yang menyorot penimbunan Pantai Amahami, kerusakan pohon mangrove dan sertifikat lahan itu berawal ketika salah seorang demonstran memukul kaca lampu pagar.

Karena aksi mengarah ke tindakan anarkis, polisi mengambil langkah tegas dengan mengeluarkan tembakan gas air mata dan tembakan peringatan beberapa kali keudara.

Akibat insiden itu beberapa demonstran mengalami luka-luka. Termasuk diantaranya, Wakapolres Bima Kota, Kompol Luthfi, SIK mengalami luka bocor pada bagian kepala (Baca. 17 Demostran PRD Diamankan, Wakapolres Berdarah)

Diduga sebagai provokator, 17 demonstran pun diamankan. Demonstran diamankan saat bersembunyi pada sejumlah kantor dinas terdekat seperti di Kantor BPMPK, Kantor Dinas Sosial dan SMK Negeri 3 Kota Bima.

Mereka dikejar aparat Kepolisian dari Satuan Patroli Motor, Buser dan Anggota Dalmas. Usai didapat, satu persatu para demonstran diangkut menggunakan truk Dalmas. Mereka terlihat dipukuli, ditendang dan dicaci maki karena kesal mengetahui Wakapolres terluka akibat demonstrasi tersebut.

*Erde

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *