Sesaknya Rutan Bima, Dihuni 189 Napi

Kota Bima, Kahaba.- Tingkat kriminalitas dan prilaku pidana di negeri Maja Labo Dahu sungguh diangka yang menghawatirkan. Meningkatnya jumlah narapidana yang diinapkan di Hotel Prodeo, Rumah Tahanan (Rutan) Klas IIb Raba-Bima, kini sangat sesak keadaanya. Kepada Kahaba, Kepala Rutan Bima, Gun Gun Gunawan, A.Md.Ip, SH, MH, setelah mengikuti Hari Bhakti Pemasyarakatan ke-48, Jum’at, 27/4/2012, mengungkapkan, jumlah tahanan saat ini sebanyak 189 orang dan dalam kondisi melebihi kapasitas.

Kondisi Rumah Tahanan Klas IIb Raba-Bima. Foto: blogspot.com

“Di Rutan Bima saat ini ada sekitar 6 orang napi perempuan,  dan lansia serta anak-anak sejumlah 11 orang serta 172 orang sisanya para terpidana umum. Nah, jumlah sebanyak itu, sudah tergolong Over Kapasitas dan tak ideal dengan kondisi ruang tahanan serta keadaan di Rutan Bima. Tapi, mau bagaimana lagi!” ungkapnya.

Idealya, hanya 130 orang saja yang layak menempati Rutan Bima. Setiap ruangan sebenarnya hanya diisi 5 orang, mengingat ukuran ruangannya yang hanya 4 x 5 meter saja. Gun melanjutkan, keadaan Rutan Bima yang hanya memiliki satu hamparan ruang kosong dan itupun dimanfaatkan untuk fasilitas olahraga, juga menjadi kendala dalam menuangkan keterampilan dan pelatihan kepada para Napi yang biasa menjadi program kerjasama Kami dengan pihak atau instansi terkait.

Keadaan semakin sesak jika ditambah dengan 68 staf dan 40 orang petugas keamanan. Sebenarnya, seorang petugas hanya mengawasi 5-6 orang Napi, namun saat ini, seorang petugas mengawasi 35 orang Napi. Walau keadaan sesak seperti itu, Gun menerangkan keadaan konflik di Rutan Bima, dapat diminimalisir.

“Jarang terjadi perkelahian maupun gesekan antara sesama Napi, karena kami selalu memberikan pembinaan dan pemahaman akan kondisi mereka yang senasip sepenanggungan. Jadi, tak ada yang lebih pintar maupun yang lebih kuat di dalam sana,” pungkasnya. [BS]

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *