KNPI Kecam Demo Anarkis di Pemkot Bima

Kota Bima, Kahaba.- Menyikapi aksi unjuk rasa yang berakhir anarkis di Pemerintah Kota (Pemkot) Bima, Dewan Pengurus Daerah Komite Nasional Pemdua Indoensia (KNPI) Kota Bima menyampaikan kecaman.

Ilustrasi

Ilustrasi

Plt. Kabag Humas dan Protokol Setda Kota Bima, Ihya Ghazali mengatakan, pihaknya menerima surat kecaman secara tertulis dari Ketua KNPI Kota Bima, Dzul Amirulhaq, ditujukan kepada organisasi massa yang seringkali menggelar aksi dan berakhir anarkis.

KNPI Kota Bima mengutuk dan menyesalkan aksi unjuk rasa di depan kantor Walikota Bima pada hari Kamis, 4 September 2014, yang berujung jatuhnya korban luka yakni Wakil Kepala Kepolisian Resort Bima Kota, sehingga beliau harus menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit.

Dzul Amirulhaq menyatakan, KNPI Kota Bima mengecam gerakan unjuk rasa dari kelompok manapun yang mengedepankan cara-cara feodal penuh kekerasan, yang mengatasnamakan Pemuda dan semangat intelektual, namun pada kenyataannya mempertontonkan tindakan kekanak-kanakan dengan menyerang bahkan merusak fasilitas-fasilitas pemerintah yang juga akan dibangun dan dibeli dari uang rakyat sendiri.

Dikatakannya, meskipun penyampaian aspirasi dan unjuk rasa telah diatur dan dilindungi Undang-Undang, namun tidak berarti demonstrasi menjadi satu-satunya jalan untuk mengemukakan pendapat di tempat-tempat umum, karena selain akan mengganggu suasana pelayanan publik di pusat layanan pemerintahan, juga akan mengganggu ketertiban di daerah dan kenyamanan para pengguna jalan raya.

“Hal-hal teknis tentang aspirasi dan permasalahan yang hendak diangkat tidak serta merta harus disuarakan secara vulgar di muka publik, karena kami yakin, berbagai unit kerja di Pemerintah Kota Bima selalu membuka diri untuk dialog konseptual tentang masalah-masalah terkait, tentunya dalam suasana kekeluargaan dan spirit intelektualitas yang elegan,” demikian disampaikan Dzul Amirulhaq secara tertulis kepada Humas Kota Bima.

KNPI juga mengingatkan semua pihak bahwa Kota Bima saat ini sedang berbenah dan bergerak cepat dalam meningkatkan mutu pelayanan publik serta membangun citra positif di kancah nasional. Apalagi dalam beberapa tahun terakhir ini beberapa delegasi diplomat asing sering berkunjung ke Kota Bima untuk menawarkan berbagai program kerjasama bagi kemajuan daerah.

Bahkan pada saat ini tengah berlangsung perhelatan Festival Keraton Nusantara (FKN) IX yang mendatangkan ratusan utusan dari berbagai Pemerintah Daerah serta kerajaan dan kesultanan dari seluruh Indonesia bahkan dari luar negeri. Umumnya utusan daerah tersebut menyatakan rasa kagumnya atas suasana Kota Bima di tengah maraknya pemberitaan mengenai berbagai aksi kekerasan di Kota Bima yang dimuat oleh berbagai media.

Fakta-fakta positif ini harus menjadi catatan bagi semua pihak, untuk bersama-sama memberikan dukungan kepada Pemerintah Kota Bima untuk mempertahankan corak pelayanan yang mengedepankan kemaslahatan ini.

“Itikad Walikota Bima beserta jajarannya sampai pada tingkat Kelurahan, RT, dan RW, sangat mulia, semata-mata demi kesejahteraan rakyat. Bagaimanapun juga, tidak ada pemimipin yang tega menggadaikan tanah airnya sendiri untuk kejayaan orang lain,” tegasnya.

Sebagai penutup pernyataan publiknya, Ketua KNPI Kota Bima mengajak seluruh pihak yang memiliki gagasan kritis maupun sikap protes, untuk tidak langsung menyerang, mengecam, apalagi mencaci-maki Pemerintah Daerah. Karena jika iklim saling mencaci-maki ini dibiarkan, bukan mustahil akan mengundang pihak-pihak tidak bertanggung jawab yang ingin mengadu domba Pemerintah dengan masyarakatnya.

“Karena itulah, DPD KNPI Kota Bima merasa terpanggil untuk berada di garis depan menjalankan fungsi kontrol dan penyangga daerah, dan akan selalu pasang badan bagi Pemerintah dan masyarakat Kota Bima, terhadap upaya-upaya provokasi yang berniat menghambat percepatan proses pembangunan dan peningkatan pelayanan publik, dan mencoreng reputasi dan citra Kota Bima sebagai kota milik warga Bima secara keseluruhan,” tambahnya.

*Bin/Hum

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *