PMKS Dapat Bantuan dari Pemkot

Kota Bima, Kahaba.- Pemerintah Kota Bima melalui Asisten II Kota Bima Ir. Hj Rini Indriati menyerahkan bantuan usaha ekonomi produktif bagi Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) di Aula Kantor Walikota Bima, Kamis (11/9).

PMKS dapat bantuan dari Pemkot Bima. Foto: Hum

PMKS dapat bantuan dari Pemkot Bima. Foto: Hum

Hadir pula dalam acara tersebut, Asisten III Kota Bima Drs. Suriadi M, Si, Kepala BRI Cabang Bima Marfis Antonius, Ketua MUI Kota Bima, serta Kepala SKPD Lingkup Pemerintah Kota Bima.

Plt. Kabag Humas dan Protokol, Ihya Ghazali, S.Sos dalam rilisnya mengatakan, Ir. Hj Rini Indriati mengakui bantuan Usaha Ekonomi Produktif (UEP) diberikan sebagai upaya motivasi, mendorong dan meningkatkan semangat hidup mereka dan memberikan peluang untuk mengembangkan usaha, sehingga mampu menjalankan kehidupan sehari-hari dan tidak bergantung pada orang lain.

Kata dia, di Kota Bima salah satu bentuk UEP yang sudah kita laksanakan dengan baik adalah Kube dan Gapoktan, dengan harapan masyarakat mampu menciptakan lapangan kerja berbasis potensi lokal.

“Tujuan pokok yang ingin dicapai melalui kegiatan ini adalah yakni membangun mental wirausaha dan kreativitas masyarakat. Sehingga nanti akan terwujud masyarakat yang berdaya,” jelasnya.

Untuk syaratnya, lanjut Hj. Rini, pandai mencari peluang, mau bekerja keras, dan tidak cepat menyerah. Berbagai program dan paket bantuan dari pemerintah maupun swasta, hanyalah sebagai pendorong. Sebagai stimulant. Namun berhasil atau tidaknya, tetap tergantung kepada tekad dan kerja keras masyarakat sendiri.

Diakhir sambutannya, ia berharap bantuan yang diberikan mampu dimanfaatkan dengan optimal para penerima, sehingga mampu mengubah kehidupannya menjadi lebih baik.

Sementara itu, Kepala Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disosnakertrans), Drs. H. Muhidin MM melaporkan bahwa sesuai pendataan yang dilakukan pusat data dan informasi kesejahteraan sosial (Pusdatin Kesos) Kementrian RI di Kota Bima angka Korban Tindak Kekerasan (KTK) adalah 139 orang dan pekerja migran bermasalah (PMB) adalah 607 orang.

Penyaluran Bantuan dana dari Dinas Sosial yakni Kube Fakir Miskin melalui dana Dekon 20 Kelompok sebesar Rp 400 juta masing-masing kelompok sebesar Rp 20 juta, bantuan tindak kekerasan sebanyak 40 orang dan Migran bermasalah sebanyak 40 orang.

*Bin/Hum

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *