Ketua PN Bima: Putusan itu Ada Pertimbangan

Kota Bima, Kahaba.- Menjawab sorotan Front Gerakan Solidaritas Untuk Anak (Forgrak) Bima tentang ringannya hukuman untuk pelaku kasus pemerkosaan anak dibawa umur (Baca. Forgrak Desak Pelaku Pemerkosaan Dihukum Berat), Ketua Pengadilan Negeri Bima, Syafruddin mengaku semua putusan itu memiliki pertimbangan.

Ketua Pengadilan Negeri Bima, Syafruddin. Foto: Bin

Ketua Pengadilan Negeri Bima, Syafruddin. Foto: Bin

Namun saat dimintai jenis pertimbangan yang diberikan untuk pelaku pemerkosaan tersebut, ia enggan menyebutkan. Hanya menjelaskan, semua putusan itu memiliki pertimbangan, tidak hanya melihat amarnya saja, pidana sekian, tapi pertimbangan berdasarkan fakta. “Yang bisa diputuskan tergantung fakta dipersidangannya,” ujar Syafruddin, Jumat (12/9).

Dijelaskannya, berat ringannya pidana itu tentu ada pertimbangan. Tidak bisa serta merta, muncul kasus seperti pemerkosaan, kemudian orang meminta pelaku dihukum berat.

Maka dari itu, lanjutnya, saat persidangan atau apabila jenis kasus yang disidangkan terbuka untuk umum, masyarakat bisa mengikuti jalannya persidangan. “Ikuti saja sidangnya, biar tahu. Biar tidak bicara dan berkomentar diluar, tapi tidak tahu faktanya apa,” tegasnya.

Ini, tambah pria berbadan bongsor itu, mestinya dipahami oleh masyarakat dan massa yang demo. Malah dirinya mengajak masyarakat untuk tidak menggelar aksi didepan Pengadilan, menyoroti sejumlah kasus, tetapi cukup berdiskusi dan bersurat ke Pengadilan untuk tanya jawab. “Kalau ingin berdiskusi dengan kita, kita siap, tidak perlu demo,” tambahnya.

*Bin

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *