Proyek Saluran Asal-asalan, Kadis dan Pengawas Beda Pendapat

Kota Bima, Kahaba.- Pekerjaan proyek saluran di jalan Soekarno – Hatta, atau tepatnya di depan kantor Dinas Pekerjaan Umum (PU) dan Energi Kota Bima, terlihat asal-asalan. Saluran yang belum di finishing itu tidak kuat dan mudah tergerus. Diinjak sepatu saja, campurannya pecah dan berserakan.

Pengawas Umum saluran, Agus Kosasi ST saat melihat langsung kondisi saluran yang mudah tergerus. Foto: Bin

Pengawas Umum saluran, Agus Kosasi ST saat melihat langsung kondisi saluran yang mudah tergerus. Foto: Bin

Anehnya, pihak terkait yang dimintai keterangan soal proyek dimaksud, berbeda pendapat. Alasan teknis dari Kepala Dinas PU dan Energi serta pengawas soal fakta pengerjaan saluran yang diduga campuran semen pasirnya tidak sesuai bestek itu tidak sama.

Ir. Supawarman selaku Kepala Dinas setempat mengaku pekerjaan sudah sesuai ketentuan. Namun saat membuktikan hasil pengerjaan, Supawarman justru menyuruh stafnya untuk memerintahkan pelaksana pekerjaan PT. Citra Nusra Persada segera menutup atau finishing pekerjaan saluran tersebut.

“Kasih tau pelaksana segera finishing,“ perintah Kadis pada stafnya, sembari ikut menggerus bagian atas saluran tersebut dengan sepatunya, Senin (15/9).

Kata dia, jika dibiarkan tanpa finishing, saluran akan terus tergerus. Karena daya lengket campuran material berkurang, berdampak pada kering yang berlebihan.

Lalu, alasan berbeda disampaikan pengawas lapangan, Muhammad. Kata dia, tergerusnya hasil pengerjaan saluran tersebut karena pasir yang tidak berkualitas.

“Campuran material 1:5 dan sudah sesuai ketentuan teknis. Mudah tergerus begini karena dipengaruhi pasir. Susah cari pasir yang bagus di Bima,“ jelasnya,

Sementara itu, Pengawas Umum, Agus Kosasi ST, justru membantah kalau pengerjaan talud saluran keluar dari bestek dan ketentuan teknis yang ada. Soal gampang tergerus, katanya tidak menjadi masalah. Apalagi kalau sudah ditutup beton trotoar jalan nanti.

“Ini tidak mudah roboh seperti yang dilihat, malah semakin kuat. Apalagi campuran material menggunakan molen,” terangnya.

*Bin

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *