Sample Muntah dan Makanan Dibawa Ke POM Mataram

Kabupaten Bima, Kahaba.- Keracunan makanan yang dialami warga Dusun Mangge Kompo Desa Kala Kecamatan Donggo Kabupaten Bima dinilai Kasus Luar Biasa (KLB) oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Bima. (Baca. Korban Keracunan Bertambah 120 Orang) dan (Baca. Makan Dihajatan, Warga Kala Donggo Keracunan).

Salah satu korban keracunan makanan. Foto: Hum

Salah satu korban keracunan makanan. Foto: Hum

Guna mencari tahu kandungan makanan yang menyebabkan keracunan massal itu, sample muntah dan makanan warga setempat dibawa ke Balai Pengawas Obat dan Makanan (POM) Mataram Provinsi NTB.

“Sample nya sudah kita bawa kemarin. Semoga saja dalam waktu dekat hasilnya bisa kita ketahui,” harap Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bima, Drs. Hefdin Umar, APT, Selasa (23/9).

Dirinya menduga, keracunan massal itu disebabkan dari minyak yang ada pada ‘Oha Mina’ (Nasi Rasul, atau nasi yang biasa dibuat oleh masyarakat Bima saat hajatan doa, Red), saat menghadiri hajatan keluarga di Desa Taloko Kecamatan Sanggar.

Pihak Keluarga Dusun Mangge Kompo yang hadir juga membawa pulang makanan tersebut. Acara yang digelar sore hari, makanan yang dibawa pulang kemudian juga dimakan pada malam harinya. Esok harinya, warga mengalami mual, muntah dan pusing.

“Karena dikonsumsi setelah lama disimpan, menyebabkan tumbuhnya bakteri. Sementara yang makan disaat acara, tidak mengalami keracunan,” jelasnya.

Untuk itu, ia menghimbau agar masyarakat berhati – hati makan Nasi Rasul dari hajatan, jika sudah disimpan dalam waktu yang lama. Bila perlu, sebelum dimakan dicium aromanya lebih dulu.

*Bin

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *