Tolak Monopoli Perdagangan, Aliansindo Turun Aksi

Kota Bima, Kahaba.- Aliansi Nasional Mahasiswa dan Kepemudaan Indonesia (Aliansindo) Cabang Bima menggelar aksi unjuk rasa di areal pertokoan, kawasan pasar raya Kota Bima. Dengan mengusung isu anti kapitalisme pasar, demonstran menyuarakan gerakan membangun ekonomi kerakyatan untuk memberikan peluang yang sama antara seluruh pelaku usaha. Kendati dilakukan di tengah perempatan berlalu-lintas padat, aksi yang berlangsung siang ini, Senin (30/4), berlangsung tertib, dan dikawal ketat oleh aparat kepolisian.

Demonstrasi Aliansindo menolak monopoli perdagangan di pasar raya Kota Bima, Senin, 30-4-2012. Foto: Buser

Monopoli perdagangan yang dilakukan oleh segelintir pelaku usaha menjadi tema sentral yang diusung oleh massa yang menamakan dirinya sebagai Aliansi Nasional Mahasiswa dan Kepemudaan Indonesia (Aliansindo) Cabang Bima ini. Aliansindo menyatakan bahwa perekonomian di Indonesia dan khususnya di bima dikuasai oleh golongan WNI keturunan. Bentuk monopoli pasar yang berdampak pada pelaku usaha lokal yang bermodal kecil menjadi dirugikan karena  prilaku segelintir cukong yang mencari keuntungan sendiri itu. Perilaku buruk dalam dunia usaha seperti ini, menurut Aliansindo juga akan berdampak bagi konsumen dalam bentuk mahalnya harga barang di pasar.

Dalam orasi yang disampaikan Syahdan, Koordinator Lapangan (Korlap) dalam aksi itu mengatakan, WNI Keturunan sudah terlalu lama menipu negeri ini, diberi kemudahan lebih untuk menghisap darah rakyat kecil dengan memberikan mereka ruang yang banyak untuk sewenang-wenang menaikkan harga. Kini, rakyat kecil dibuat sengsara. Dalam aksinya, mereka juga mengajak seluruh BEM, LSM, dan organ pergerakan lainnya untuk bersatu melawan para kapitalis dan pelaku monopoli pasar.

Aksi dipusatkan di perempatan jalan, depan swalayan Lancar Jaya. Massa aksi yang berjumlah lebih dari 30 orang itu  mengusung bendera dan membuat format lingkaran. Kondisi jalan terlihat macet, masyarakat yang ingin melewati jalan tersebut, terpaksa menurunkan laju kendaraannya. Polisi terlihat mengawal ketat massa sembari sibuk mengatur arus lalu lintas pada salah satu titik terpadat di kawasan pasar raya Kota Bima itu. [BK/BQ]

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *