Qurais Himbau Warga Serahkan Senjata Kelereng

Kota Bima, Kahaba.- Walikota Bima HM. Qurais H. Abidin meminta kepada warga Kelurahan Kolo untuk tidak lagi memakai dan menggunakan senjata peluru kelereng. Karena akan memicu konflik dan membahayakan diri sendiri. (Baca. Di Kolo, Banyak Beredar Senpi Peluru Kelereng) dan (Baca. UU Darurat tak Bisa Jerat Pemilik Senpi Kelereng)

Walikota Bima HM. Qurais H. Abidin. Foto: Bin

Walikota Bima HM. Qurais H. Abidin. Foto: Bin

“Senjata peluru kelereng sudah marak di Kelurahan Kolo. Tidak menutup kemungkinan juga digunakan oleh warga di Kelurahan lain. Jika dibiarkan, maka akan memicu konflik,” ujarnya, Rabu (24/9).

Kata dia, menyikapi masalah itu, pihaknya sudah menggelar rapat dengan seluruh Kepala Kelurahan dan Camat se Kota Bima, agar segera menghimbau kepada warga untuk tidak menggunakan senjata dimaksud.

“Jika sudah beredar luas, dikahawatirkan menjadi bumerang bagi penggunanya sendiri. Karena keberadaan senjata itu akan memantik pengguna untuk disalahgunakan,” sorotnya.

Apalagi, senjata itu tidak hanya digunakan oleh orang dewasa, tapi juga oleh anak – anak. Sangat berbahaya jika terus dibiarkan.

“Dalam waktu dekat juga kami akan rapat koordinasi dengan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (FKPD). Setelah itu, senjata dimaksud akan dirazia,” tegasnya.

Sementara itu, Camat Asakota Kota Bima Drs. Is Fahmin mengaku telah turun ke rumah – rumah warga dan menghimbau agar tidak lagi menggunakan Senjata tersebut.

”Bahkan, kami juga telah mengintruksikan kepada masyarakat agar Senjata Kelereng itu diserahkan ke aparat polisi untuk dimusnahkan,” katanya.

Tapi, himbauan itu belum mendapat tanggapan baik dari masyarakat Kelurahan Kolo. Karena, pemilik senjata berdalih, senjata itu hanya digunakan untuk mengusir hama Babi hutan, Monyet yang menyerang tanaman di ladang dan kebun mereka.

”Kami pun tak putus asa, saya beserta Lurah dan aparat Kepolisian akan terus berupaya mengajak masyarakat untuk menyerahkan senjata tersebut,” tambahnya.

*Teta

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *