Demo Pelantikan Dewan Ricuh, Dua Mahasiswa Berdarah

Kabupaten Bima, Kahaba.- Pelantikan Anggota DPRD Kabupaten Bima, Kamis (25/9) diwarnai aksi demonstrasi ratusan mahasiswa gabungan dari Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) dan Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Bima.

Salah satu mahasiswa yang terluka. Foto: Bin

Salah satu mahasiswa yang terluka. Foto: Bin

Aksi yang dilakukan di perempatan Gunung Dua Kota Bima itu berakhir ricuh. Massa terlibat bentrok dengan aparat, akibatnya dua orang mahasiswa mengalami luka dan berdarah, kemudian dilarikan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Bima.

Massa bentrok dengan polisi karena berusaha merangsek masuk ke lokasi pelantikan dan melakukan orasi. Upaya negosiasi pun tidak mendapat jalan keluar. Polisi malah meminta perwakilan mahasiswa.

Tawaran itu justru ditolak mahasiswa. Bahkan mereka memaksa menerobos blokade aparat tanpa perwakilan. Tak ingin suasana pelantikan terganggu, Kepolisian pun menghadang mahasiswa. Aksi saling dorong pun tak dapat dihindarkan.

Diduga terkena pukulan pentungan aparat, dua mahasiswa mengalami luka dibagian kepala dan telinga. Keduanya kemudian dilarikan mahasiswa lainnya ke rumah sakit. Meski begitu, aksi demonstrasi tetapi berlanjut hingga pelantikan Anggota DPRD selesai.

Salah satu mahasiswa yang terluka. Foto: Bin

Salah satu mahasiswa yang terluka. Foto: Bin

“Kami akan melaporkan tindak kekerasan aparat Kepolisian ini kepada PB HMI dan PB IMM. Kapolres Bima Kota harus bertanggungjawab atas insiden ini,” ujar Ketua HMI Bima, Muhammad Jafar.

Dalam tuntutannya, mahasiswa meminta kepada Anggota DPRD untuk mendesak eksekutif mempercepat pemindahan ibu kota Kabupaten Bima, meningkatkan pengawasan terhadap kinerja eksekutif dan yudikatif serta meminta untuk lebih memahami fungsi dan perannya sebagai lembaga penyampai aspirasi rakyat.

Sementara itu, Kapolres Bima Kota, AKBP Benny Basir Warmansyah, SIK mengaku bentrokan awal dipicu aksi pelemparan batu ke arah aparat Kepolisian saat massa aksi berusaha menerobos masuk. Karena melihat aksi sudah menjurus ke anarkis, mahasiswa kemudian dipukul mundur.

“Kami sudah menawarkan mereka untuk mengirimkan delegasi saja, tapi ingin masuk semua. Kita kan harus menjaga suasana pelantikan tidak terganggu,” tandasnya.

*Erde

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *