HMI dan IMM Minta Kapolres Bima Kota Dicopot

Kota Bima, Kahaba.- Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Bima dan Ikatan Mahasiswa Muhamadyah (IMM) Cabang Bima kembali turun kejalan. Jumat (26/9) mahasiswa itu menggelar aksi di depan kantor Mapolres Bima Kota.

HMI dan IMM saat menggelar aksi. Foto. Bin

HMI dan IMM saat menggelar aksi. Foto. Bin

Dalam aksinya, massa mendesak Kapolri agar Kapolres Bima Kota AKBP. Benny Basyir Warmansyah, S. Ik, dicopot dari jabatannya, karena dinilai tidak mampu menjalankan tugas dan fungsi Polisi.

Desakan itu disampaikan karena empat rekan mereka mengalami luka saat unjuk rasa saat pelantikan DPRD Kabupaten Bima, Kamis (25/9). Aksi yang berakhir bentrok itu, dinilai karena kelalaian Benny selaku petingi Polisi di Kota Bima.

“Kami minta agar Kapolres Bima Kota dicopot dari jabatannya, karena tidak mampu membina anggotanya dalam menjalankan tugas,” pinta Korlap aksi, Muhammad Jafar.

Dalam orasinya, ia juga mendesak Kapolri agar memeriksa seluruh jajaran Kepolisian Kota Bima yang melakukan tindakan premanisme, mengakibatkan sejumlah Mahasiswa mengalami luka dan dirawat di RSUD Bima.

Ia menyebutkan, empat orang Mahasiswa yang dirawat itu yakni, Feriman mengalami patah pergelangan tangan kanan, luka robek di bagian wajah. Kemudian Juniar, luka memar dibagian punggung dan dada, M. Sujan luka robek di kepala, lecet di wajah dan Asrad mengalami luka robek pada bagian telinga yang diduga terkena peluru dari Senjata aparat.

”Kami juga tidak akan berdiam diri, korban telah divisum dan kami akan melaprokan insiden ini Kapolda NTB,” ancamnya.

Sementara itu, Wakapolres Bima Kota Kompol. Yuyan Priatmaja, SIk saat menemui puluhan massa mengatakan akan mengusut tuntas persoalan tersebut. Hanya saja, Mahasiswa harus melapor secara resmi. ”Kalau anggota terbukti bersalah, tentu akan kami tindak tegas,” janjinya.

*Teta

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *