Prof. Juraid Puji Komitmen STKIP Taman Siswa

Kabupaten Bima, Kahaba.- Prof. Dr. H. Juraid Abd. Lateif M.Hum yang hadir saat wisuda angkatan ketujuh mahasiswa STKIP Taman Siswa memuji komitmen lembaga tersebut untuk fokus mendidik generasi dengan hasil yang berkualitas. Apalagi sebanyak 60 persen alumninya mampu diserap dibergai sektor kerja.

Prof. Dr. H. Juraid Abd. Lateif M.Hum. Foto: Bin

Prof. Dr. H. Juraid Abd. Lateif M.Hum. Foto: Bin

“Kerja yayasan dan lembaga yang luar biasa. Saya dari jauh juga membantu memberikan doa, agar STKIP Tmaan Siswa kedepan bisa semakin baik,” ujarnya, di ruangan Ketua Yayasan STKIP Taman Siswa, Sabtu (27/9).

Kata dia, sebagai lembaga pendidikan tinggi swasta yang pesat kemajuannya, dan dikenal secara Nasional, terutama di NTB, harus mampu menyiapkan tenaga guru dan kependidikan yang berkualitas. Agar SDM pembangunan masa depan bangsa daerah juga bisa maksimal.

“Ini seharusnya menjadi kebanggaan Kota dan Kabupaten Bima dan disyukuri keberadaannya. Masyarakat juga tidak perlu tinggalkan kampung dan jauh – jauh merantau seperti kami dulu,” katanya.

Menurut Juraid, dengan adanya STKIP Taman Ssiwa, tentu bisa memperpendek jarak untuk menempuh pendidikan, sehingga Bima dalam Angka Partisipasi Kasar (APK) sangat tinggi dibandingkan Provinsi lain di Indonesia.

“Di STKIP Taman siswa telah lahir sarjana-sarjana yang berkulitas dan tidak menjadi pengangguran. Ini kabar baik yang harus terus ditingkatkan,” tuturnya. Apalagi, guru yang belum sarjana, hampir semua meraih gelar sarjana di Perguruan Tinggi tersebut, dan dari berbagai program studi.

Dalam kesempatan yang sama ia juga mengingatkan kepada alumni untuk tidak hanya berpikir untuk menjadi PNS semata. Kemudian, jika ingin menjadi seorang PNS, jangan hanya berpikir untuk menjadi PNS di Provinsi NTB saja. “Bisa di pulau lain juga, berkompetisi didaerah orang juga sangat bagus, apalagi tenaga guru sangat dibutuhkan di seluruh indonesia,” jelasnya.

Ditambahkannya, selain menjadi PNS juga banyak profesi lain yang bisa dijadikan lahan kerja, serpti wirausaha, aktivis politik, atau menjadi wartawan. “Semua sama saja, yang terpenting kerja halal,” tambahnya.

*Bin

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *