Bom Pipa Meledak, Pelajar Luka Parah

Kabupaten Bima, Kahaba.- Satu Bom Pipa Paralon yang di temukan seorang pelajar Yuri Darmawan di tepi Pantai Sangiang, meledak dan melukainya (Baca. Illegal Fishing Marak Dipulau Sangeang). Pelajar kelas III SMA Negeri 3 Wera itupun mengalami luka serius dan harus dirujuk ke RS. Mataram atau Bali.

Yuri Darmawan, Korban Ledakan Bom Pipa. Foto: Ayank Syaifullah

Yuri Darmawan, Korban Ledakan Bom Pipa. Foto: Ayank Syaifullah

Yuri menemukan bom pipa yang terbuat dari besi baja tersebut saat sedang bermain sampan kecil bersama teman-temannya disekitar pantai Desa Sangiang, Selasa lalu. Karena menganggap besi baja biasa dan tidak mengetahui ada bahan peledak, Yuri kemudian menyimpan Bom tersebut di Rumahnya.

“Sekitar dua hari kemudian, Yuri mencoba membuka pipa tersebut karena mau mengambil besi, menggunakan pahat besi. Saat membuka itulah terjadi ledakan yang sangat menggegerkan seluruh Desa Sangiang,” ujar warga Sangiang, Syaifullah.

Akibat ledakan itu, Yuri mengalami luka yang cukup serius di mata, bibir dan kakinya. Korban kemudian di rujuk ke RSUD Bima. Oleh dokter setempat menyarankan agar dirujuk ke Mataram atau RS Bali.

”Pada saat ledakan itu mengeluarkan asap putih yang sangat banyak, asap tersebut memenuhi halaman rumah Yuri,” tambahnya.

Kepada Pemerintah Syaifullah menyinggung agar janji untuk merazia dan menangkap pelaku Bom ikan segera direalisasikan. Sebab, di perairan Sangiang, banyak orang diluar Bima melakukan praktek Illegal Fishing.

“Dari dulu janji ingin razia dan menertibkan pelaku bom ikan, namun hingga kini belum juga turun. Dampaknya, anak – anak jadi korban prilaku nelayan itu,” sorotnya.

Sementar itu, Kepala Bidang Bina Lingkungan dan Konservasi Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Bima, Ir. Ali Mahdi saat ditemui Kahaba mengaku baru mendengar insiden yang menimpa Pelajar itu. “Kita justru baru tahu sekarang cerita Mas,” katanya, Selasa (30/9).

Soal itu, lanjutnya, ia memastikan jika itu bukan bom ikan, tapi bom rakitan. Karena bom ikan daya ledaknya lebih rendah, dibuat dengan botol kecap, maupun botol Kratingdaeng, atau yang botol yang gampang pecah. “Itu Bom rakitan, ga ada bom ikan pakai besi baja,” jelasnya.

Dirinya pun meminta kepada pihak korban atau lembaga yang peduli dan Pemerintah Desa atau Camat untuk melapor ke Polisi. “Tapi kumpulkan dulu data-datanya,” saran Ali.

Mengenai perhatian pemerintah soal pelaku Illegal Fishing, Ali hanya bisa berjanji lagi secepatnya melakukan koordinasi dengan Polres, “Akan kami segera tindaklanjut,” janjinya. (Baca. Diskanlut Janji Tangkap Pelaku Illegal Fishing)

*Bin

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *