Bangun Polri yang Humanis dan Berkarakter, Kapolda NTB Perkenalkan Metode NAC

Kota Bima, Kahaba.- Ada metode baru yang akan diterapkan pada Institusi Kepolisian. Metode itu dikenal Neuro Assosiative Conditioning (NAC) System. Metode itu diyakini dapat merubah mindset guna membangun Institusi Kepolisian yang humanis dan berkarakter.

Kapolda NTB Brigjen Pol Drs. Srijono, M. Si. Foto: Teta

Kapolda NTB Brigjen Pol Drs. Srijono, M. Si. Foto: Teta

“NAC System merupakan pendekatan revolusioner dalam pengembangan diri dan komunikasi umat manusia, sehingga mengubah cara berfikir, memberikan kemudahan dalam memodifikasi pola pikir dan perilaku sesuai dambaan,” ujar Kapolda Nusa Tenggara Barat (NTB), Brigjen Pol Drs. Srijono, M.Si, pada acara Wisata Nurani di Convention Hall Paruga Nae, Kota Bima Senin (29/9).

Menurut dia, Teknologi itu awalnya dirancang oleh seorang ahli matematika dan computer programming, DR. Richard Bandler bersama seorang Profesor Linguistik, DR. John Grinder di University of California Santa Cruz sekitar pertengahan Tahun 1970.

“Di lingkungan Polri, teknologi ini telah dicoba dan dikembangkan di Polda Jatim, Polda Jateng, Polda Kalbar, Polda Kepri, Polda Sultra, Polda Sulut, Polda Lampung, Polda Banten dalam bentuk pelatihan perubahan mindset dan culture set,” sebutnya.

Untuk Lemdik Polri, jelasnya, dimulai dari SPN Mojokerto, SPN Pontianak, Setukpa Lemdikpol, STIK dan Sespimpol. Pelatihan ini selanjutnya oleh Tim Kreatif Polri atas persetujuan Ronald Nurdanadarma (pengembangnya di Indonesia) dimodifikasi sesuai kebutuhan organisasi Polri untuk mendukung percepatan perubahan kultural Polri dan masyarakat.

Setelah dimodifikasi menjadi NAC Polri ini, pada akhir tahun 2011 atas prakarsa Kalemdikpol telah berhasil dilaksanakan pembentukan 40 Tim Trainer sebanyak 400 Personil Polri yang telah tergelar di setiap Polda.

Sebagian Lemdik Polri katanya, sudah mulai menggulirkan pelatihan sesuai dengan situasi dan kondisi serta kebijakan Kapolda dan Pimpinan Lemdik setempat.

Adapun hasilnya adalah sangat memuaskan, yang ditandai dengan terselenggaranya pelatihan perubahan mindset dan culture set bagi seluruh peserta SAG Tahun 2011 serta bagi anggota Polri di beberapa Lemdik Polri dan Satuan Kewilayahan dengan baik.

Materi pendidikan karakter yang dikemas dengan NAC Polri itu mendapatkan perhatian yang sangat antusias dari seluruh peserta termasuk peserta dari TNI dan Pers. Penyampaian materi dengan metode NAC Polri itu, berusaha mengukur tingkat keberhasilannya dengan melibatkan para peserta.

Materi yang disampaikan selama setengah hari itu telah dapat meningkatkan semangat, motivasi dan percaya diri peserta kelas. Terutama anggota Polri di Polres Bima Kabupaten dan Bima Kota.

“Saya berharap tidak perlu menunggu lagi, mulai lah menerapkan bulan pendidikan karakter disemua institusi anda,” kata Mantan Wakil Gubernur Akpol ini.

Sementara itu, Kapolres Bima Kota, AKBP, Benny Basir Warmansyah, SIK, mengaku sangat menikmati metode pelatihan yang diperkenalkan Kapolda NTB. NAC System dinilainya sangat bagus diterapkan disemua institusi, tidak hanya Kepolisian.

“Kami dapat banyak ilmu dari Bapak Kapolda. Hari ini juga kami akan mulai terapkan pendidikan karakter itu dan nanti akan kita lakukan evaluasi secara bertahap,” ujarnya.

Demikian pula untuk Kapolres Bima Kabupaten, AKBP, IGPG Ekawana Prasta, SIK. Menurutnya, seiring dengan perkembangan zaman, Polri harus bertekad untuk selalu maju dan akuntabel sehingga apa yang diinginkan masyarakat bisa terwujud dengan baik.

“Sebagai pengayom dan pelindung masyarakat, Polres Bima siap melaksanakan tugas dengan baik. Termasuk menindaklanjuti NAC System yang diterapkan Kapolda,” tandasnya.

*Erde

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

1 komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *