Ady dan Dinda, Tunggu Perintah Partai

Kabupaten Bima, Kahaba.- Di arena politik, semuanya bisa saja terjadi. Yang sudah resmi berpasangan untuk perhelatan Pemilukada pun, bisa bubar dan mencari pasangan lain. Isyarat itu pun terlihat pada Ketua DPC PAN Kabupaten Bima, Ady Mahyudi, SE dan Ketua Partai Golkar Kabupaten Bima, Hj. Indah Damayanti Putri.

Ilustrasi

Ilustrasi

Dua orang pimpinan parpol itu terlihat akrab pada acara syukuran atas terpilihnya Hj. Indah Damayanti Putri sebagai anggota DPRD Kabupaten Periode 2014-2019, Rabu (1/10). Keakraban mereka seolah memberi isyarat bakal maju bersama menjadi Kepala Daerah Periode 2015 – 2020 mendatang.

Kehadiran Ady saat acara itu seakan merubah iklim politik di Kabupaten Bima. Apalagi, belum lama ini Ady dan figur incumbent, Drs. H. Syafruddin HM. Nor, M.Pd, mengikrarkan diri untuk maju bersama. (Baca. Syafruddin – Ady, Sepakat Maju Bersama)

Perhatian tamu undangan pun kian tertuju pada keduanya. Seakan syukuran itu menjadi bahasa politik bagi Ady dan Dinda untuk melenggang dalam perebutan orang nomor satu dan dua di Kabupaten Bima.

Apalagi, keduanya sama-sama merupakan pimpinan partai dari Koalisi Merah Putih (KMP). Terlebih di pusat, KMP telah menyatakan untuk membuat koalisi permanen hingga tingkat daerah.

Kendati demikian, Bupati Bima, Drs. H. Syafruddin HM. Nor, M.Pd, pejabat dan tokoh-tokoh politik lainnya juga terlihat hadir dalam acara tersebut.

Hj, Indah Damayanti Putri yang dimintai tanggapan tidak mengelak kabar yang beredar itu. Apalagi saat ini PAN dan Golkar merupakan anggota Koalisi Merah Putih.

“Semuanya tergantung dari partai. Apakah kita diberi amanat atau tidak, yang jelas kita akan tetap berjuang untuk kemajuan masyarakat Kabupaten Bima,” katanya.

Dinda juga mengaku tidak takut dengan adanya perubahan cara pemilih kepada daerah. Baik pemilihan secara langsung atau tidak langsung, dinilainya sama saja karena soal hasil tergantung Tuhan. “Itu kan tergantung kehendak Allah,” ujarnya.

Sementara itu, Ady Mahyudi, SE pada kesempatan yang sama mengaku belum bisa memastikan akan berpasangan. Semuanya tergantung dari perintah pimpinan partai di pusat. Ia pun tak bisa mengelak, bila ada instruksi partai harus berpasangan dengan sesama anggota Koalisi Merah Putih.

“Sudah jelas saya dari partai PAN dan Umi Dinda dari Partai Golkar dari Koalisi Merah Putih. Namun akan bersatu apabila ada rekomendasi dari masing-masing partai,” tandasnya.

*Erde

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *