Dikes Gelar Pertemuan Peningkatan Kemitraan

Kabupaten Bima, Kahaba.- Untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman petugas Puskesmas dalam percepatan pencapaian indikator pembinaan Gizi tingkat Kabupaten/kota, pengelola program gizi Dinas Kesehatan Provinsi NTB bersama Dinas Kesehatan Kabupaten Bima, Rabu (1/10) di Aula Hotel Permata Kota Bima melaksanakan pertemuan peningkatan kemitraan.

Luhsuwandini memberikan materi pada pertemuan peningkatan kemitraan program pembinaan gizi tingkat Kabupaten Bima. Foto: Hum

Luhsuwandini memberikan materi pada pertemuan peningkatan kemitraan program pembinaan gizi tingkat Kabupaten Bima. Foto: Hum

Kepala Seksi Gizi Dinas Kesehatan Kabupaten Bima Tita Masitah, M.Si dalam pengantarnya di hadapan 58 peserta mengatakan perkembangan program gizi semakin bertambah seiring dengan kompleksnya faktor yang mempengaruhi status gizi masyarakat.

“Upaya penanggulangan masalah gizi memerlukan peningkatan SDM pengelola gizi khususnya peningkatan wawasan perkembangan penanggulangan masalah gizi,” jelasnya melalui Rilis Kabag Humas dan Protokol Setda Kabupaten Bima M. Chandra Kusuma, AP.

Dalam upaya meningkatkan performance pengelolaan program perbaikan gizi dalam pencapaian target yang telah ditentukan. Maka diperlukan pertemuan kemitraan program pembinaan gizi dalam rangka percepatan pencapaian indikator pembinaan gizi sebagai tindaklanjut pertemuan peningkatan kemitraan tingkat Provinsi beberapa waktu lalu.

“Dengan pelaksanaan kegiatan ini, kami berharap Dikes Provinsi, Dikes Kabupaten dan Kota dan Puskesmas mempunyai kesepahaman teknis pelaksanaan program gizi tahun berjalan,” pintanya.

Tita juga mengungkapkan komitmen Pemerintah Daerah Kabupaten Bima dengan dana Rp 1 Miliar untuk penanganan gizi kurang dan gizi buruk membuahkan hasil dengan menurunnya angka gizi kurang dan gizi buruk hingga 6,2% ” berdasarkan Riset Kesehatan Dasar Kementrian Kesehatan RI 2013.

Untuk ke depannya, mewakili Kepala Dikes Kabupaten Bima Tita berharap komitmen Pemda untuk tetap mendukung kegiatan tersebut. Tentu saja dengan penguatan lintas sektor terkait karena tanpa dukungan dan keterlibatan lintas sektor tidak mungkin masalah dapat diselesaikan.

Sementara narasumber dari Dinas Kesehatan Provinsi NTB Luhsuwandini, SKM dalam uraian materinya mengungkapkan gizi memiliki peranan penting dalam pembangunan ekonomi sosial karena kondisi kekurangan gizi akan berakibat pada rendahnya tingkat priduktifitas SDM.

Sebaliknya upaya perbaikan gizi dapat menurunkan angka kemiskinan penduduk dan kematian anak, sehingga dapat menunjang terciptanya SDM yang sehat, cerdas dan produktifitas.

Fokus penanganan masalah gizi terutama dalam mengurangi stanting (pendek), jelas Luhsuwandini dititikberatkan pada pemangku kepentingan secara terpadu dan berkelanjutan. Pemangku kepentingan itu diantaranya Pemerintah, LSM, Organisasi Profesi, Akademi, Media Massa.

Oleh sebab itu, Luhsuwandini menekankan perlunya investasi gizi karena investasi gizi dapat membantu memutus lingkaran kemiskinan dan meningkatkan PDB negara 2 hingga 3% per tahun. Selain itu, investasi 1 Dolar pada gizi dapat menghasilkan kembali 30 Dolar dan peningkatan kesehatan, pendidikan, dan kesejahtraan sosial.

Untuk menunjang ikhtiar tersebut diperlukan strategi kegiatan pembinaan gizi dengan menerapkan Peraturan Presiden No. 42 Tahun 2013 tentang percepatan perbaikan gizi (1000 hari pertama kehidupan), meningkatkan pendidikan gizi terintegrasi dengan sistem pendidikan nasional dan meningkatkan koordinasi pemenuhan gizi dan mengoptimalkan pemanfaatan dana bok.

Strategi selanjutnya adalah meningkatkan kualitas dan integrasi pelayanan gizi dengan pelayanan KIA, meningkatkan kapasitas petugas melalui pembinaan dan pelatihan serta peningkatan Survelans gizi.

Kegiatan diakhiri dengan praktek menimbang bayi dan mengukur lengan ibu hamil dengan dipandu oleh tim dari Dikes Provinsi NTB untuk selanjutnya dipraktekkan di lapangan.

*Bin/Hum

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *